lisensi

Kamis, 02 April 2026, April 02, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-02T09:06:33Z
Nasional

Selat Hormuz Terkendala, Pertamina Siapkan Pasokan Minyak Pengganti

Advertisement



Jakarta (Pikiran Lampung) – PT Pertamina (Persero) memastikan pasokan energi nasional tetap aman meski kapal tanker Pertamina Pride yang membawa minyak mentah untuk kebutuhan dalam negeri hingga kini belum dapat melewati Selat Hormuz.


Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengungkapkan bahwa perusahaan terus memantau pergerakan kapal tersebut sekaligus berkoordinasi dengan berbagai otoritas terkait di kawasan.


Menurutnya, meskipun pengiriman utama mengalami kendala, Pertamina telah menyiapkan pasokan pengganti dari sumber lain untuk memastikan operasional kilang tetap berjalan normal.


“Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan operasional kilang tetap terpenuhi dan pasokan energi nasional tetap terjaga. Pertamina terus melakukan koordinasi dan mengantisipasi dinamika logistik serta pengadaan minyak mentah guna menjaga keberlangsungan operasional kilang dan kebutuhan energi nasional,” ujar Baron, Kamis (2/4/2026).


Diketahui, kapal tanker Pertamina Pride milik PT Pertamina International Shipping (PIS) mengangkut hampir 2 juta barel minyak mentah dengan tujuan akhir Cilacap. Namun, hingga saat ini kapal tersebut masih tertahan di kawasan Teluk Persia.


Berdasarkan data pemantauan kapal, posisi Pertamina Pride terakhir terdeteksi berada di perairan Arab Saudi, tepatnya di sekitar pelabuhan Ras Tanura, setelah sebelumnya sempat singgah di Pelabuhan Assaluyeh, Iran.


Kapal jenis very large crude carrier (VLCC) berbendera Singapura itu tercatat membawa sekitar 249.821 metrik ton atau setara 1,86 hingga 1,90 juta barel minyak mentah dalam kondisi penuh (laden).


Sesuai jadwal awal, kapal tersebut diperkirakan tiba di Cilacap pada 2 April 2026. Namun hingga Kamis pagi, tanker tersebut masih berada di sekitar pesisir Teluk Persia dan belum melanjutkan pelayaran melewati Selat Hormuz.


Selain Pertamina Pride, satu kapal lainnya milik PIS, yakni Gamsunoro, juga dilaporkan belum dapat melintasi Selat Hormuz. Kapal tersebut saat ini tengah berlayar dari Irak menuju Dubai untuk melayani pihak ketiga.


Sebelumnya, PT Pertamina International Shipping bersama Kementerian Luar Negeri tengah membahas langkah teknis guna memastikan keamanan pelayaran kedua kapal tersebut di tengah situasi kawasan Timur Tengah.


Dari empat kapal PIS yang sempat berada di wilayah tersebut, dua kapal lainnya yakni PIS Paragon dan PIS Rinjani telah berhasil keluar dari kawasan konflik dan kini kembali beroperasi untuk distribusi energi.


Secara keseluruhan, PT Pertamina International Shipping saat ini mengoperasikan sebanyak 345 kapal guna mendukung distribusi energi nasional dan internasional.(*)