lisensi

Rabu, 22 April 2026, April 22, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-23T01:53:19Z
PT PLN UID Lampung

Srikandi PLN Sinergikan UMKM dan Pengelolaan Sampah Berbasis Komunitas

Advertisement


Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Lampung melalui gugus tugas Srikandi PLN terus memperkuat peran perempuan dalam perekonomian berbasis komunitas. Upaya tersebut diwujudkan melalui program pengelolaan dan monetisasi sampah yang terintegrasi dengan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).


Kegiatan yang dilaksanakan bertepatan dengan peringatan Hari Kartini ini menyasar komunitas emak pengelola sampah di Gang Kelana, yang sebagian besar juga merupakan pelaku UMKM.


Dalam kegiatan tersebut, Srikandi PLN memberikan sosialisasi pemanfaatan aplikasi PLN Mobile untuk mempermudah akses layanan kelistrikan secara digital bagi pelaku usaha. Selain itu, PLN juga menghadirkan promo tambah daya listrik hingga 50 persen guna mendukung peningkatan kapasitas produksi UMKM.


Program ini turut melibatkan kolaborasi dengan Rumah BUMN Bandar Lampung. Para peserta yang merupakan pelaku UMKM mendapatkan kesempatan mengikuti pembinaan berkelanjutan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN, mulai dari peningkatan kualitas produk hingga strategi pemasaran di era digital.


Di sisi lain, penguatan ekonomi juga dilakukan melalui kerja sama dengan Kelompok Bank Sampah Emak.id Unit Gang Kelana dalam pengelolaan sampah rumah tangga berbasis komunal. Sampah yang telah dipilah kemudian dikumpulkan dan memiliki nilai jual, sehingga mampu menambah pendapatan masyarakat.


Hingga saat ini, volume sampah yang berhasil dikelola mencapai sekitar 2,5 ton kertas, 4,2 ton plastik, 1,5 ton logam, serta 230 kilogram minyak jelantah. Selain memberikan nilai ekonomi, program ini juga berkontribusi dalam mengurangi beban sampah yang masuk ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Bakung.


Ketua Srikandi PLN, Tarti Mudiani, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan komunitas.


“Melalui aksi Srikandi ini, kami ingin mendorong perempuan menjadi pelaku utama ekonomi yang mandiri. Pengelolaan dan monetisasi sampah menjadi langkah konkret dalam menciptakan nilai tambah sekaligus meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.(dinal)