Advertisement
Jakarta (Pikiran Lampung)- Berita duka datang dari jalur
transportasi darat. Dimana, Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter
Line mengalami tabrakan hebat di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.
Data terbaru datang dari insiden tabrakan kereta antara KA
Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur menyebutan jumlah
korban jiwa dalam kecelakaan ini dilaporkan terus bertambah.
Petugas Kamar Jenazah RSUD Kota Bekasi mengungkapkan,
hingga saat ini total korban meninggal dunia mencapai tujuh orang. Data
tersebut masih bersifat sementara seiring proses evakuasi yang masih terus
berlangsung di lokasi kejadian.
Di sisi lain, kabar lebih baik datang dari penumpang KA
Argo Bromo Anggrek. Seluruh penumpang kereta tersebut, termasuk masinis,
dipastikan selamat. Tercatat ada lebih dari 240 penumpang yang berada di dalam
kereta saat insiden terjadi.
Sementara itu, korban luka berasal dari penumpang KRL
Commuter Line. Berdasarkan data sementara dari PT Kereta Api Indonesia (KAI),
sebanyak 38 penumpang mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke sejumlah rumah
sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Penanganan korban dilakukan di beberapa fasilitas
kesehatan, di antaranya RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra
Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.
Hingga kini, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh
tim gabungan di lokasi kejadian. Sejumlah penumpang dilaporkan masih terjepit
di dalam gerbong yang mengalami kerusakan parah.
Proses evakuasi juga menghadapi kendala teknis, terutama
karena struktur besi gerbong yang sulit dipotong. Tim SAR Jakarta saat ini
terus berupaya mengevakuasi korban dengan memotong bagian gerbong yang
terdampak tabrakan.
Pihak terkait masih terus melakukan penanganan intensif di
lapangan, dengan fokus utama pada penyelamatan korban dan percepatan evakuasi.
Data korban pun masih berpotensi berubah seiring perkembangan situasi di lokasi
kejadian.
Sementara itu, Badan SAR Nasional (Basarnas) menurunkan 14
personel tambahan untuk membantu evakuasi lima korban yang masih terhimpit di
gerbong KRL Commuter Line yang mengalami kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur,
Bekasi.
Humas Kantor SAR Jakarta Ramili Prasetio berharap
pengerahan anggota tim khusus tersebut bisa mempercepat proses evakuasi para
korban yang terhimpit selama sekitar lima jam sejak insiden itu terjadi pada
Senin (27/4) malam..
"Empat belas personil saat ini kembali diberangkatkan
dari Basarnas Special Group. Korban terhimpit lima orang, hingga saat ini masih
dilakukan upaya penyelamatan," kata Ramili dalam keterangan resmi, Selasa
dini hari..
Sebelumnya, Basarnas telah mengevakuasi dua korban yang
terhimpit di dalam gerbong kereta.
Kedua korban telah mendapatkan perawatan medis dari tim
dokter dan paramedis di lokasi kejadian sebelum dibawa ke rumah sakit terdekat.
Sebelumnya, KAI menyatakan seluruh upaya difokuskan pada
evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian
dengan prioritas utama keselamatan.
Menurut informasi di tempat kejadian, KRL Commuter Line
sedang berhenti di jalur 1 menuju ke arah timur (Cikarang) ketika sebuah kereta
jarak jauh dari arah barat memasuki jalur yang sama dan menabrak KRL tersebut.
(Ant/p1)