lisensi

Senin, 27 April 2026, April 27, 2026 WIB
Last Updated 2026-04-27T23:54:32Z

Tabrakan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line, 7 Orang Dilaporkan Meninggal

Advertisement


Jakarta (Pikiran Lampung)- Berita duka datang dari jalur transportasi darat. Dimana, Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line mengalami tabrakan hebat di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4) malam.

 

Data terbaru datang dari insiden tabrakan kereta antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur menyebutan jumlah korban jiwa dalam kecelakaan ini dilaporkan terus bertambah.

 

Petugas Kamar Jenazah RSUD Kota Bekasi mengungkapkan, hingga saat ini total korban meninggal dunia mencapai tujuh orang. Data tersebut masih bersifat sementara seiring proses evakuasi yang masih terus berlangsung di lokasi kejadian.

 


Di sisi lain, kabar lebih baik datang dari penumpang KA Argo Bromo Anggrek. Seluruh penumpang kereta tersebut, termasuk masinis, dipastikan selamat. Tercatat ada lebih dari 240 penumpang yang berada di dalam kereta saat insiden terjadi.

 

Sementara itu, korban luka berasal dari penumpang KRL Commuter Line. Berdasarkan data sementara dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), sebanyak 38 penumpang mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.



Penanganan korban dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan, di antaranya RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.

 

Hingga kini, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lokasi kejadian. Sejumlah penumpang dilaporkan masih terjepit di dalam gerbong yang mengalami kerusakan parah.

 

Proses evakuasi juga menghadapi kendala teknis, terutama karena struktur besi gerbong yang sulit dipotong. Tim SAR Jakarta saat ini terus berupaya mengevakuasi korban dengan memotong bagian gerbong yang terdampak tabrakan.

 

Pihak terkait masih terus melakukan penanganan intensif di lapangan, dengan fokus utama pada penyelamatan korban dan percepatan evakuasi. Data korban pun masih berpotensi berubah seiring perkembangan situasi di lokasi kejadian.

 

Sementara itu, Badan SAR Nasional (Basarnas) menurunkan 14 personel tambahan untuk membantu evakuasi lima korban yang masih terhimpit di gerbong KRL Commuter Line yang mengalami kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi.

 

Humas Kantor SAR Jakarta Ramili Prasetio berharap pengerahan anggota tim khusus tersebut bisa mempercepat proses evakuasi para korban yang terhimpit selama sekitar lima jam sejak insiden itu terjadi pada Senin (27/4) malam..

 



"Empat belas personil saat ini kembali diberangkatkan dari Basarnas Special Group. Korban terhimpit lima orang, hingga saat ini masih dilakukan upaya penyelamatan," kata Ramili dalam keterangan resmi, Selasa dini hari..

 

Sebelumnya, Basarnas telah mengevakuasi dua korban yang terhimpit di dalam gerbong kereta.

 


Kedua korban telah mendapatkan perawatan medis dari tim dokter dan paramedis di lokasi kejadian sebelum dibawa ke rumah sakit terdekat.

 

Sebelumnya, KAI menyatakan seluruh upaya difokuskan pada evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan.

 

Menurut informasi di tempat kejadian, KRL Commuter Line sedang berhenti di jalur 1 menuju ke arah timur (Cikarang) ketika sebuah kereta jarak jauh dari arah barat memasuki jalur yang sama dan menabrak KRL tersebut. (Ant/p1)