lisensi

Senin, 04 Mei 2026, Mei 04, 2026 WIB
Last Updated 2026-05-04T15:43:24Z
Balita 4 Tahun tewas di Kolam Renang Swiss-Belhotel LampungHukum

Balita Tewas di Kolam Renang, Polresta Balam Segera Panggl Pihak Swss -Belhotel

Advertisement

 

Foto IlustrasiAI
Shine Anju/Pikiran Lampung

Bandarlampung (Pikiran Lampung)- Warga Bandarlampung dibuat geger dan prihatin dengan adanya kabar balita meninggal di Kolam Renang sebuah Hotel Berbintang.

 

Merespon ini, Satreskrim Polresta Bandar Lampung bergerak cepat mengusut tewasnya seorang balita berinisial Spa (4,3) di kolam renang Swiss-Belhotel Lampung. Pihak kepolisian menjadwalkan pemanggilan terhadap manajemen hotel bintang empat tersebut pada Selasa besok.

“Besok kami rencananya akan memanggil pihak hotel untuk meminta keterangan pasca meninggalnya balita tersebut pada Jumat, 1 Mei 2026 lalu,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri Putranto, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (4/5/2026).

 

Kompol Gigih menjelaskan bahwa kepolisian menerima laporan awal dari salah satu karyawan hotel. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim Inafis Satreskrim Polresta Bandar Lampung bersama Polsek Telukbetung Utara langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

 

Saat petugas tiba di lokasi, korban diketahui sudah dievakuasi ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Hingga kini, penyidik masih fokus mengumpulkan bukti-bukti di lapangan dan memeriksa sejumlah saksi yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung sekitar pukul 07.00 WIB.

 

“Kami masih memeriksa beberapa saksi di TKP. Serangkaian penyelidikan dilakukan untuk mencari kebenaran fakta di lapangan. Kami akan mendalami kasus ini lebih lanjut,” tegas Gigih.


Pendalaman Unsur Kelalaian

Terkait adanya potensi unsur kelalaian (culpa) dari pihak pengelola hotel—terutama mengenai pengawasan dan fasilitas keamanan kolam renang—Kompol Gigih menyatakan hal tersebut masih dalam tahap pendalaman materi penyelidikan.

 

Di sisi lain, pihak Swiss-Belhotel Lampung masih enggan memberikan keterangan secara terbuka. Perwakilan hotel, Mario, menyatakan bahwa kewenangan memberikan pernyataan resmi berada di tangan pimpinan tertinggi hotel.

 

“Terkait itu, juru bicaranya langsung Pak General Manager (GM). Saya tidak bisa mengeluarkan pernyataan apa pun,” ujar Mario singkat. Upaya konfirmasi lebih lanjut melalui pesan instan pun belum mendapatkan respons dari pihak manajemen.

 

Insiden ini menjadi perhatian publik di Bandar Lampung, mengingat status hotel yang merupakan akomodasi kelas atas namun harus menghadapi dugaan celah keamanan pada fasilitas kolam renang yang menyebabkan hilangnya nyawa anak-anak. (**)