Advertisement
| Foto IlustrasiAI Shine Anju/Pikiran Lampung |
Bandarlampung (Pikiran Lampung)- Warga Bandarlampung
dibuat geger dan prihatin dengan adanya kabar balita meninggal di Kolam Renang
sebuah Hotel Berbintang.
Merespon ini, Satreskrim Polresta Bandar Lampung bergerak cepat mengusut tewasnya seorang balita berinisial Spa (4,3) di kolam renang Swiss-Belhotel Lampung. Pihak kepolisian menjadwalkan pemanggilan terhadap manajemen hotel bintang empat tersebut pada Selasa besok.
“Besok kami rencananya akan memanggil pihak hotel untuk
meminta keterangan pasca meninggalnya balita tersebut pada Jumat, 1 Mei 2026
lalu,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Gigih Andri
Putranto, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (4/5/2026).
Kompol Gigih menjelaskan bahwa kepolisian menerima laporan
awal dari salah satu karyawan hotel. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim
Inafis Satreskrim Polresta Bandar Lampung bersama Polsek Telukbetung Utara
langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Saat petugas tiba di lokasi, korban diketahui sudah
dievakuasi ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong. Hingga kini,
penyidik masih fokus mengumpulkan bukti-bukti di lapangan dan memeriksa
sejumlah saksi yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung sekitar pukul
07.00 WIB.
“Kami masih memeriksa beberapa saksi di TKP. Serangkaian
penyelidikan dilakukan untuk mencari kebenaran fakta di lapangan. Kami akan
mendalami kasus ini lebih lanjut,” tegas Gigih.
Pendalaman Unsur Kelalaian
Terkait adanya potensi unsur kelalaian (culpa) dari pihak
pengelola hotel—terutama mengenai pengawasan dan fasilitas keamanan kolam renang—Kompol
Gigih menyatakan hal tersebut masih dalam tahap pendalaman materi penyelidikan.
Di sisi lain, pihak Swiss-Belhotel Lampung masih enggan
memberikan keterangan secara terbuka. Perwakilan hotel, Mario, menyatakan bahwa
kewenangan memberikan pernyataan resmi berada di tangan pimpinan tertinggi
hotel.
“Terkait itu, juru bicaranya langsung Pak General Manager
(GM). Saya tidak bisa mengeluarkan pernyataan apa pun,” ujar Mario singkat.
Upaya konfirmasi lebih lanjut melalui pesan instan pun belum mendapatkan
respons dari pihak manajemen.
Insiden ini menjadi perhatian publik di Bandar Lampung,
mengingat status hotel yang merupakan akomodasi kelas atas namun harus
menghadapi dugaan celah keamanan pada fasilitas kolam renang yang menyebabkan
hilangnya nyawa anak-anak. (**)