lisensi

Kamis, 28 Mei 2026, Mei 28, 2026 WIB
Last Updated 2026-05-28T11:40:38Z
Serba-Serbi Idul Adha 1447 H H

Berkah Idul Adha, Sejumlah Pedagang Perlengkapan Sate di Pasar Tugu Diserbu Pembeli

Advertisement


Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Momentum Hari Raya Iduladha membawa berkah tersendiri bagi para pedagang perlengkapan sate di Kota Bandar Lampung. Sejumlah lapak dadakan yang menjual tusuk sate, kipas bambu, arang hingga anglo atau tempat bakaran mulai ramai diserbu pembeli sejak pagi hari.


Pantauan di depan Pasar Tugu Bandar Lampung, kamis (28/5/2026), aktivitas jual beli perlengkapan sate tampak meningkat dibanding hari biasa. Warga yang baru selesai melaksanakan penyembelihan hewan kurban memadati lapak-lapak pedagang untuk membeli perlengkapan membakar sate bersama keluarga.


Salah seorang pedagang, Heri, mengaku setiap momen Iduladha dirinya rutin berjualan perlengkapan sate karena permintaan masyarakat selalu meningkat tajam. Berbagai perlengkapan dijual dengan harga bervariasi, mulai dari tusuk sate Rp2 ribu hingga Rp10 ribu per ikat, kipas bambu Rp10 ribu, arang Rp5 ribu sampai Rp15 ribu, serta tempat bakaran seharga Rp20 ribu hingga Rp50 ribu.


“Kalau Iduladha begini ramai sekali. Tusuk sate yang biasanya cuma habis beberapa ikat, sekarang bisa sampai berkali-kali lipat,” ujarnya saat ditemui di lokasi.



Ia mengatakan omzet penjualannya selama musim kurban bisa mencapai Rp5 juta per hari. Untuk melayani pembeli, dirinya membuka lapak sejak pagi hingga malam hari.


Menurut Heri, tradisi membakar sate saat Iduladha membuat permintaan perlengkapan sate selalu melonjak setiap tahunnya. Banyak warga membeli dalam jumlah besar untuk kebutuhan keluarga maupun kegiatan makan bersama di lingkungan sekitar.


Di lokasi yang sama, pedagang lainnya bernama Sinta juga mengaku rutin berjualan perlengkapan sate setiap perayaan Iduladha. Meski sehari-hari dirinya berjualan perabotan rumah tangga, namun saat musim kurban ia beralih menjual perlengkapan membakar sate demi meraih keuntungan lebih besar.


“Rutin ini jualan, tapi kan jualan kaya gini musiman sehari saja, ya enggak apa-apa biar dapat untung lebih,” katanya.


Sementara itu, salah seorang pembeli, Rudi, mengaku sengaja datang ke Pasar Tugu untuk membeli perlengkapan sate setelah keluarganya mendapatkan daging kurban. Menurutnya, tradisi membakar sate saat Iduladha sudah menjadi kebiasaan setiap tahun.


“Kalau habis dapat daging kurban biasanya langsung bikin sate bareng keluarga. Jadi beli tusuk sate, arang sama kipas sekalian di sini karena lebih lengkap,” ujarnya.


Pembeli lainnya, Wulan, mengatakan harga perlengkapan sate di lapak musiman tersebut masih cukup terjangkau. Ia memilih membeli langsung di pasar karena lebih praktis dan banyak pilihan.


“Setiap Iduladha pasti ramai yang jual begini. Lumayan membantu karena kita enggak perlu cari jauh-jauh lagi buat perlengkapan bakar sate,” katanya.


Ramainya pembeli di lapak perlengkapan sate menjadi gambaran meningkatnya aktivitas masyarakat saat perayaan Iduladha. Selain menjadi tradisi menikmati olahan daging kurban bersama keluarga, momen tersebut juga membawa berkah ekonomi bagi para pedagang musiman di Bandar Lampung.(rahmadi)