lisensi

Rabu, 06 Mei 2026, Mei 06, 2026 WIB
Last Updated 2026-05-06T09:19:19Z
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung

Ekonomi Lampung Tumbuh 5,58 Persen, BI Dorong Penguatan Syariah Lewat LaSEF 2026

Advertisement


 

Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Kinerja ekonomi Provinsi Lampung pada triwulan I 2026 menunjukkan tren positif dengan pertumbuhan mencapai 5,58 persen (year on year/yoy). Angka ini meningkat dibandingkan periode sebelumnya dan menempatkan Lampung sebagai salah satu daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Sumatera.


Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan bincang literasi bersama mitra media yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung di Auditorium KPwBI Lampung, Rabu (6/5/2026).


Deputi Direktur KPw BI Lampung, Achmad P. Subarkah, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Lampung didorong oleh kinerja kuat sektor pertanian, terutama saat panen raya padi dan jagung, serta meningkatnya konsumsi masyarakat.


“Sektor pertanian tumbuh signifikan hingga 9,89 persen. Selain itu, sektor perdagangan juga mencatat pertumbuhan 6,91 persen, didorong momentum Ramadan dan Idulfitri,” ujarnya.



Dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga tercatat tumbuh 5,54 persen, investasi sebesar 4,39 persen, dan konsumsi pemerintah melonjak hingga 13,84 persen. Hal ini mencerminkan aktivitas ekonomi domestik yang tetap solid.


Sejumlah indikator ekonomi turut menunjukkan optimisme. Indeks Keyakinan Konsumen berada pada level 120,33 atau dalam kategori optimis, sementara Indeks Penjualan Riil meningkat menjadi 240,84. Penyaluran kredit juga dilaporkan terus tumbuh positif.


Di sisi harga, inflasi di Lampung masih terkendali. Pada April 2026, inflasi tercatat sebesar 0,53 persen (yoy), lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi nasional yang mencapai 2,42 persen.


Subarkah menyebutkan, tekanan inflasi terutama berasal dari kenaikan harga beberapa komoditas seperti minyak goreng, ikan nila, rokok kretek mesin, dan beras. Meski demikian, kondisi tersebut dinilai masih dalam batas aman.


Ke depan, BI memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Lampung sepanjang 2026 berada di kisaran 5,0 hingga 5,6 persen, dengan inflasi yang tetap terjaga. Namun demikian, sejumlah risiko global seperti ketegangan geopolitik dan fluktuasi harga komoditas tetap perlu diantisipasi.


Dalam kesempatan tersebut, BI Lampung juga mengumumkan pelaksanaan Lampung Sharia Economic Festival (LaSEF) 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi syariah di daerah. Kegiatan ini akan berlangsung pada 8–10 Mei 2026 di Lampung City Mall.


Kepala KPw BI Lampung, Bimo Epyanto, menyampaikan bahwa LaSEF tidak hanya berorientasi pada aspek ekonomi, tetapi juga mengedepankan nilai-nilai spiritual dalam aktivitas ekonomi masyarakat.

“Ekonomi syariah kini menjadi bagian penting dalam struktur perekonomian nasional, dengan menekankan prinsip keadilan, keberkahan, dan keberlanjutan,” katanya.


LaSEF 2026 akan menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari bazar kuliner halal, pameran produk unggulan UMKM, business matching, hingga talkshow inspiratif. Selain itu, akan digelar pula perlombaan dan kajian keagamaan untuk meningkatkan literasi ekonomi syariah di masyarakat.


Bimo berharap, ajang ini dapat menjadi ruang kolaborasi antara pelaku usaha, akademisi, dan masyarakat umum, sekaligus mendorong lahirnya inovasi dalam pengembangan ekonomi syariah di Lampung.(madi)