lisensi

Selasa, 26 Mei 2026, Mei 26, 2026 WIB
Last Updated 2026-05-27T02:33:42Z
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani DjausalShalat Idul Adha 1447 H di Masjid Raya Al Bakrie

Gubernur Mirza Bersama Puluhan Ribu Jamaah Laksanakan Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Raya Al Bakrie

Advertisement



Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Puluhan ribu jemaah memadati Masjid Raya Al-Bakrie dalam pelaksanaan Shalat Iduladha 10 Zulhijah 1447 Hijriah, Rabu (27/05/2026). Sejak pagi hari, masyarakat dari berbagai wilayah di Bandar Lampung dan sekitarnya telah berdatangan untuk mengikuti rangkaian ibadah Hari Raya Kurban dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan.


Pantauan di lokasi, jemaah tidak hanya memenuhi ruang utama masjid, tetapi juga meluber hingga ke halaman dan pelataran luar. Lantunan takbir, tahmid, dan tahlil menggema mengiringi pelaksanaan Shalat Iduladha yang berlangsung tertib, aman, dan penuh kekhusyukan.


Sejumlah pejabat daerah turut hadir dalam pelaksanaan ibadah tersebut, di antaranya Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Wakil Gubernur Jihan Nurlela, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).



Dalam sambutannya, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak masyarakat menjadikan Iduladha sebagai momentum memperkuat kepedulian sosial, persatuan, dan semangat berbagi di tengah kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, nilai pengorbanan dan keikhlasan yang diajarkan Iduladha harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.


“Iduladha mengajarkan kita tentang keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Semangat berbagi melalui ibadah kurban harus menjadi energi bersama untuk membangun masyarakat Lampung yang lebih peduli, kuat, dan sejahtera,” ujarnya.


Pelaksanaan Shalat Iduladha dipimpin oleh Drs. H. Ahmad Rafiudin Mahfudz selaku imam, sementara khutbah Iduladha disampaikan oleh Prof. Dr. H. Moh. Mukri, M.Ag.


Dalam khutbahnya, Prof. Moh. Mukri menegaskan bahwa Iduladha bukan hanya perayaan penyembelihan hewan kurban, melainkan momentum meneladani ketakwaan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh keikhlasan dan pengorbanan.



Ia menyampaikan bahwa semangat kurban harus diimplementasikan dalam kehidupan masyarakat, termasuk membangun solidaritas sosial, membantu kelompok rentan, serta memperkuat gotong royong demi kemajuan daerah.


“Nilai kurban tidak berhenti pada penyembelihan hewan semata, tetapi bagaimana kita mampu mengorbankan ego, kepentingan pribadi, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas,” katanya.


Menurutnya, implementasi nilai Iduladha sangat relevan bagi masyarakat Provinsi Lampung yang memiliki karakter gotong royong dan kebersamaan yang kuat. Semangat berbagi daging kurban, membantu masyarakat yang membutuhkan, hingga menjaga harmoni sosial menjadi bagian penting dari makna Hari Raya Kurban.


“Di Lampung, nilai-nilai Iduladha harus diwujudkan dalam kepedulian sosial, memperkuat ukhuwah, menjaga persatuan, dan membangun budaya saling membantu. Itulah esensi kurban yang sesungguhnya,” tuturnya.


Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Iduladha sebagai momentum memperkuat persaudaraan dan kebersamaan dalam mendukung pembangunan daerah, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.


Pelaksanaan Shalat Iduladha 1447 Hijriah di Masjid Raya Al-Bakrie berlangsung lancar, tertib, dan penuh kekhidmatan, mencerminkan semangat kebersamaan masyarakat Lampung dalam menyambut Hari Raya Kurban.(rahmadi)