lisensi

Jumat, 08 Mei 2026, Mei 08, 2026 WIB
Last Updated 2026-05-08T10:29:31Z
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal

Gubernur Mirza Harapkan Dukungan Pusat untuk Pengembangan Kelas Vokasi Migran Lampung

Advertisement

 


Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meminta dukungan pemerintah pusat untuk pengembangan kelas vokasi migran di Provinsi Lampung, khususnya terkait kerja sama penempatan tenaga kerja ke Jepang.


Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung saat mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau Kelas Migran Vokasi di SMK Negeri 4 Bandar Lampung, Jumat (8/5/2026).


Dalam kesempatan itu, Mirza menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung berharap pelaksanaan tes kemampuan bahasa Jepang level N4 dapat dilakukan langsung di Lampung, sehingga calon tenaga kerja tidak perlu lagi mengikuti ujian di luar daerah seperti Jakarta atau Palembang.


“Kami tadi menjelaskan tentang kelas vokasi, kami meminta bantuan agar mempercepat agar tes kemampuan bahasa Jepang level N4 yang selama ini dilakukan di Jakarta atau Palembang bisa dilakukan di Lampung,” kata Mirza.


Menurutnya, banyak lulusan SMA dan SMK di Lampung yang telah mempersiapkan diri untuk bekerja di Jepang. Karena itu, keberadaan fasilitas ujian di Lampung dinilai akan sangat membantu para peserta, terutama dalam mengurangi biaya transportasi dan akomodasi.


Mirza menyebutkan saat ini terdapat sekitar 620 siswa pada kelas migran vokasi yang dinilai siap mengikuti ujian kemampuan bahasa Jepang level N4.


Selain itu, Pemprov Lampung juga menyampaikan masih terbatasnya jumlah tenaga pengajar bahasa Jepang di daerah. Saat ini, kata Mirza, baru sekitar 60 guru yang memiliki sertifikasi bahasa Jepang.

“Respons Pak Wapres, beliau akan mengusahakan. Kami juga menyampaikan bahwa kita masih kekurangan guru bahasa Jepang. Saat ini baru ada sekitar 60 guru yang bersertifikat,” ujarnya.


Kunjungan Wakil Presiden Gibran ke SMK Negeri 4 Bandar Lampung tersebut menjadi bagian dari perhatian pemerintah terhadap penguatan pendidikan vokasi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap bersaing di pasar internasional.(bila)