lisensi

Senin, 18 Mei 2026, Mei 18, 2026 WIB
Last Updated 2026-05-19T06:41:59Z
DaerahHukumTanggamus

Seorang Pelajar Ditemukan Meninggal Dunia, Terseret Arus Saat Mandi di Pantai Teba Tanggamus

Advertisement


Tanggamus (Tanggamus)--- Pantai Teba di Kecamatan Kota Agung Timur, Kabupaten Tanggamus, kembali memakan korban jiwa. Seorang remaja bernama Avento Galih Setiawan Pranawa (15) ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus saat mandi bersama rekannya di kawasan pantai tersebut, Senin (18/5/2026).


Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB ketika korban bersama tiga rekannya tengah berenang di Pantai Teba. Namun secara tiba-tiba ombak besar datang dan menyeret keempat remaja tersebut. Tiga orang berhasil diselamatkan warga sekitar, sementara Avento hilang terseret arus.


Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung yang diwakili oleh Koordinator Pos SAR Tanggamus Robi Rusli menerima laporan kejadian dari pihak keluarga korban pada pukul 17.43 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Tanggamus langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.



“Setibanya di lokasi, tim SAR gabungan segera melakukan koordinasi dengan unsur terkait dan melaksanakan assessment di sekitar lokasi korban diduga tenggelam,” ujar Robi dalam keterangannya.


Tim SAR gabungan yang terdiri dari Pos SAR Tanggamus, Polairud, Polres, BPBD, Babinsa, hingga aparat pekon setempat sempat melakukan pemantauan visual pada malam hari dengan kondisi cuaca berawan.


Setelah beberapa jam pencarian, korban akhirnya ditemukan pada pukul 23.38 WIB dalam kondisi meninggal dunia sekitar 100 meter dari lokasi awal kejadian. Selanjutnya korban dievakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.


Dengan ditemukannya korban, operasi SAR ditutup dan dinyatakan selesai serta seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing.


Basarnas Lampung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama ketika kondisi gelombang sedang tinggi dan cuaca tidak menentu. 

(Ady Sucipto)