Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Entah karena kualitas pengerjaaannya yang diduga kurang maksimal atau karena faktor alam, namun sejumlah jalan yang baru diperbaiki justru kondisinya memperihatinkan.
Salah satunya Kondisi Jalan Gang Nusa Indah V, Kelurahan
Way Dadi Baru, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung. Yang kini menuai sorotan
warga.
Ruas jalan yang baru selesai ditingkatkan itu kini justru
dipenuhi lubang dan mengalami kerusakan di sejumlah titik.
Hal ini lansung menuai kritikan warga dan pengedara yang
melintasi jala tersebut.
“ Iya terlhat kurang bagus tadi kondisi jalannya, padahal baru diperbaiki beberapa bulan lalu pas kami melintasi di sini,”ujar mamat, pengendara yang melintas jalan tersebut, Senin (4/5/2026).
Dia berharap, pihak berwenang bisa turun dan melihat
kondisi jalan yang baru selesai diperbaiki tersebut.
“ Ini kan pembangunannya pakai uang rakyat, kalau baru
beberapa bulan diperbaiki sudah rusak lagi ini perlu dipertanyakan kualitas
pengerjaanya,”ujar Defri pengendara lainnya yang juga warga Bandarlampung.
Padahal, sesuai data di Sistem Informasi Rencana Umum
Pengadaan (SiRUP), proyek tersebut diketahui dimulai November dan berakhir
sekitar Desember 2025. Informasi di lokasi juga menyebut jika pelaksanaannya
bahkan baru digelar pada Januari 2026.
Terlepas dari jadwal pelaksanaannya, usia jalan tergolong
masih baru belum genap empat bulan sejak selesai dikerjakan terhitung saat ini
(Mei 2026).
Lebih lanjut, peningkatan jalan ini merupakan bagian dari
APBD Perubahan Kota Bandar Lampung 2025 dengan nilai kontrak sebesar
Rp412.978.285,91.
Proyek tersebut dimenangkan oleh CV. Al Fatih Perkasa yang
beralamat di Jalan S Parman Gang Sumur Pucung II No. 45, Bandar Lampung.
Diketahui pula, pagu anggaran proyek mencapai Rp417.000.000.
Namun, berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi jalan kini
jauh dari kata layak. Kerusakan tampak merata di hampir seluruh badan jalan.
Permukaan aspal terlihat tidak lagi utuh, dengan banyak bagian mengelupas
hingga memperlihatkan lapisan kerikil di bawahnya.
Sejumlah lubang terlihat tersebar, mulai dari ukuran kecil
hingga cukup besar. Beberapa di antaranya bahkan tergenang air, membuat
permukaan jalan tidak rata dan berpotensi membahayakan pengguna, terutama
pengendara sepeda motor.
Material berupa pasir dan pecahan aspal juga tampak
berserakan di bahu jalan. Di sejumlah titik, lapisan aspal terlihat terangkat
dan mengelupas. Kondisi ini membuat jalan tidak nyaman dilalui.
Kerusakan juga terlihat di bagian tepi jalan, di mana
aspal terkikis dan menyatu dengan bahu jalan. Kondisi ini membuat batas badan
jalan tidak lagi jelas.
Warga sekitar mengaku kesal dengan kondisi tersebut.
Mereka menilai kualitas pekerjaan tidak sebanding dengan anggaran yang
digelontorkan.
“Perasaan belum lama ya, kok udah rusak aja jalan, kayak
mana yang ngebangunnya,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya,
Jumat (1/5/2025).
Ia juga menyoroti usia jalan yang masih sangat baru yang
juga diduga dikerjakan pada awal 2026, bukan Desember 2025 seperti yang
terjadwal di SiRUP.
“Kalo enggak salah bukan bulan Desember deh selesainya, tapi malahan Januari 2026 itu baru dikerjain. Berarti hitungannya belum empat bulan, tapi udah rusak,” tambahnya.
Warga lainnya bahkan melontarkan kritik lebih keras.
Mereka menilai proyek tersebut terkesan dikerjakan asal jadi.
“Kalau baru hitungan bulan sudah begini, ini jelas
pekerjaan asal jadi. Kami ini yang tiap hari lewat, yang ngerasain langsung
dong dampaknya,” kata warga lainnya.
Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan tanda tanya
terkait kualitas pekerjaan di lapangan.
“Anggaran ratusan juta, tapi hasilnya kayak gini. Kami jadi bertanya-tanya, ini sesuai spesifikasi atau tidak. Jangan sampai uang negara habis, tapi kualitasnya tidak ada,” ujarnya.
Selain itu, warga juga mengeluhkan meningkatnya risiko
kecelakaan, terutama saat malam hari atau setelah hujan.
“Kalau malam atau abis hujan itu bahaya. Lubang tertutup
air, nggak kelihatan. Apalagi pas hujan gede di sini sering banjir om,”
ungkapnya.
Atas kondisi ini, warga berharap pemerintah kota melalui
dinas terkait segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar
tambal sulam.
“Harapan kami jelas, diperbaiki total, jangan ditambal
sedikit-sedikit. Karena kalau cuma tambal, sebentar rusak lagi,” tegasnya.
Warga juga meminta adanya evaluasi terhadap pihak
pelaksana proyek agar kejadian serupa tidak terus berulang.
“Kalau memang ada yang tidak beres, harus dievaluasi.
Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang tiap ada proyek,” pungkasnya.
Dinas PU Janji Segera Perbaiki
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota
Bandar Lampung melalui Kepala Bidang Bina Marga, Rayu R. Wiranegara, langsung
menginstruksikan timnya untuk turun langsung ke lokasi, Senin (4/5/2026),
setelah mendapat laporan tentang kondisi jalan tersebut.
“Untuk pekerjaan ini akan segera ditindaklanjut dan
diperbaiki, karena pekerjaan ini juga masih dalam masa pemeliharaan. Terima
kasih sebelumnya atas masukan. Harapan ke depan semoga pekerjaannya dapat lebih
baik lagi,” ucap Benni, koordinator tim Bidang Bina Marga yang turun langsung
ke lokasi. (Tim)