lisensi

Senin, 04 Mei 2026, Mei 04, 2026 WIB
Last Updated 2026-05-04T09:51:47Z
HukumJalan Nusa Indah V Way dadi Baru Rusak parah

Warga Keluhkan Kondisi Jalan Nusa Indah V Way Dadi,, Belum Lama Diperbaiki Tapi Sudah Rusak Parah

Advertisement



 Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Entah karena kualitas pengerjaaannya yang diduga kurang maksimal atau karena faktor alam, namun sejumlah jalan yang baru diperbaiki justru kondisinya memperihatinkan.

 

Salah satunya Kondisi Jalan Gang Nusa Indah V, Kelurahan Way Dadi Baru, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung. Yang kini menuai sorotan warga.

 

Ruas jalan yang baru selesai ditingkatkan itu kini justru dipenuhi lubang dan mengalami kerusakan di sejumlah titik.




Hal ini lansung menuai kritikan warga dan pengedara yang melintasi jala tersebut.

 

“ Iya terlhat kurang bagus tadi kondisi jalannya, padahal baru diperbaiki beberapa bulan lalu pas kami melintasi di sini,”ujar mamat, pengendara yang melintas jalan tersebut, Senin (4/5/2026).


Dia berharap, pihak berwenang bisa turun dan melihat kondisi jalan yang baru selesai diperbaiki tersebut.

 

“ Ini kan pembangunannya pakai uang rakyat, kalau baru beberapa bulan diperbaiki sudah rusak lagi ini perlu dipertanyakan kualitas pengerjaanya,”ujar Defri pengendara lainnya yang juga warga Bandarlampung.


 


Padahal, sesuai data di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP), proyek tersebut diketahui dimulai November dan berakhir sekitar Desember 2025. Informasi di lokasi juga menyebut jika pelaksanaannya bahkan baru digelar pada Januari 2026.

 

Terlepas dari jadwal pelaksanaannya, usia jalan tergolong masih baru belum genap empat bulan sejak selesai dikerjakan terhitung saat ini (Mei 2026).

 

Lebih lanjut, peningkatan jalan ini merupakan bagian dari APBD Perubahan Kota Bandar Lampung 2025 dengan nilai kontrak sebesar Rp412.978.285,91.

 

Proyek tersebut dimenangkan oleh CV. Al Fatih Perkasa yang beralamat di Jalan S Parman Gang Sumur Pucung II No. 45, Bandar Lampung. Diketahui pula, pagu anggaran proyek mencapai Rp417.000.000.

 

Namun, berdasarkan pantauan di lokasi, kondisi jalan kini jauh dari kata layak. Kerusakan tampak merata di hampir seluruh badan jalan. Permukaan aspal terlihat tidak lagi utuh, dengan banyak bagian mengelupas hingga memperlihatkan lapisan kerikil di bawahnya.

 


Sejumlah lubang terlihat tersebar, mulai dari ukuran kecil hingga cukup besar. Beberapa di antaranya bahkan tergenang air, membuat permukaan jalan tidak rata dan berpotensi membahayakan pengguna, terutama pengendara sepeda motor.

 

Material berupa pasir dan pecahan aspal juga tampak berserakan di bahu jalan. Di sejumlah titik, lapisan aspal terlihat terangkat dan mengelupas. Kondisi ini membuat jalan tidak nyaman dilalui.

 

Kerusakan juga terlihat di bagian tepi jalan, di mana aspal terkikis dan menyatu dengan bahu jalan. Kondisi ini membuat batas badan jalan tidak lagi jelas.

 

 

 

Warga sekitar mengaku kesal dengan kondisi tersebut. Mereka menilai kualitas pekerjaan tidak sebanding dengan anggaran yang digelontorkan.

 

“Perasaan belum lama ya, kok udah rusak aja jalan, kayak mana yang ngebangunnya,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Jumat (1/5/2025).

 

Ia juga menyoroti usia jalan yang masih sangat baru yang juga diduga dikerjakan pada awal 2026, bukan Desember 2025 seperti yang terjadwal di SiRUP.

 

“Kalo enggak salah bukan bulan Desember deh selesainya, tapi malahan Januari 2026 itu baru dikerjain. Berarti hitungannya belum empat bulan, tapi udah rusak,” tambahnya.

 

Warga lainnya bahkan melontarkan kritik lebih keras. Mereka menilai proyek tersebut terkesan dikerjakan asal jadi.

 

“Kalau baru hitungan bulan sudah begini, ini jelas pekerjaan asal jadi. Kami ini yang tiap hari lewat, yang ngerasain langsung dong dampaknya,” kata warga lainnya.

 

Menurutnya, kondisi tersebut memunculkan tanda tanya terkait kualitas pekerjaan di lapangan.

 

“Anggaran ratusan juta, tapi hasilnya kayak gini. Kami jadi bertanya-tanya, ini sesuai spesifikasi atau tidak. Jangan sampai uang negara habis, tapi kualitasnya tidak ada,” ujarnya.

 

Selain itu, warga juga mengeluhkan meningkatnya risiko kecelakaan, terutama saat malam hari atau setelah hujan.

 

“Kalau malam atau abis hujan itu bahaya. Lubang tertutup air, nggak kelihatan. Apalagi pas hujan gede di sini sering banjir om,” ungkapnya.

 

Atas kondisi ini, warga berharap pemerintah kota melalui dinas terkait segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar tambal sulam.

 

“Harapan kami jelas, diperbaiki total, jangan ditambal sedikit-sedikit. Karena kalau cuma tambal, sebentar rusak lagi,” tegasnya.

 

Warga juga meminta adanya evaluasi terhadap pihak pelaksana proyek agar kejadian serupa tidak terus berulang.

 

“Kalau memang ada yang tidak beres, harus dievaluasi. Jangan sampai kejadian seperti ini terus berulang tiap ada proyek,” pungkasnya.

 

Dinas PU Janji Segera Perbaiki

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung melalui Kepala Bidang Bina Marga, Rayu R. Wiranegara, langsung menginstruksikan timnya untuk turun langsung ke lokasi, Senin (4/5/2026), setelah mendapat laporan tentang kondisi jalan tersebut.

 

“Untuk pekerjaan ini akan segera ditindaklanjut dan diperbaiki, karena pekerjaan ini juga masih dalam masa pemeliharaan. Terima kasih sebelumnya atas masukan. Harapan ke depan semoga pekerjaannya dapat lebih baik lagi,” ucap Benni, koordinator tim Bidang Bina Marga yang turun langsung ke lokasi. (Tim)