lisensi

Rabu, 24 Juni 2026, Juni 24, 2026 WIB
Last Updated 2026-06-24T15:12:04Z
; Batin WulanPendidikan

Buka Musda II IKAPI, Batin Wulan Tegaskan Literasi Sebagai Pilar Kemajuan Lampung

Advertisement

 


Bandar Lampung (Pikiran Lampung)— Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung sekaligus Bunda Literasi Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza arau  biasapa disapa Batin Wulan, mendorong penguatan budaya literasi sebagai bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.


Hal tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) II Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) Provinsi Lampung yang dirangkaikan dengan Talkshow IKAPI Lampung di Nuwa Baca Zaenal Abidin Pagar Alam, Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Rabu (24/6/2026).


Dalam sambutannya, Purnama Wulan Sari Mirza menegaskan bahwa literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi merupakan fondasi utama kemajuan peradaban serta kunci menciptakan masyarakat yang mampu berpikir kritis dan bijaksana dalam menghadapi perkembangan zaman.


“Literasi bukan hanya berbicara tentang membaca dan menulis, tetapi merupakan jendela peradaban, fondasi utama kemajuan bangsa, serta kunci membangun masyarakat yang lebih cerdas, kreatif, dan berdaya,” ujarnya.


Ia menyampaikan bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan literasi menjadi kebutuhan utama agar masyarakat mampu memilah informasi, memahami berbagai perkembangan, serta menggunakan pengetahuan secara tepat dan bermanfaat.


Menurutnya, budaya literasi harus terus diasah oleh semua kalangan, tidak hanya anak-anak sekolah maupun generasi muda. Sebagai Bunda Literasi, ia juga mengaku terus berupaya meningkatkan kegemaran membaca dan menulis sebagai bagian dari pembelajaran sepanjang hayat.


“Literasi bukan hanya untuk anak sekolah, tetapi kita semua sampai kapan pun harus terus belajar dan mengasah kemampuan membaca serta menulis,” katanya.


Wulan Sari Mirza juga mengapresiasi peran IKAPI dan para penerbit yang terus berkontribusi dalam memperkuat ekosistem literasi di Provinsi Lampung. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah daerah, penerbit, penulis, editor, dunia pendidikan, serta masyarakat dapat menghasilkan karya-karya yang bermanfaat dan memperkenalkan kekayaan daerah.


“Pemerintah Provinsi Lampung sangat mendukung dan berterima kasih atas konsistensi rekan-rekan penerbit dalam mengawal kemajuan literasi. Buku-buku yang diterbitkan nantinya tidak hanya dinikmati masyarakat Lampung, tetapi juga menjadi warisan ilmu bagi generasi mendatang,” ungkapnya.


Ia turut mengapresiasi inovasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung yang menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik yang menarik bagi masyarakat. Perpustakaan, kata dia, kini tidak hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan rekreasi keluarga.


Wulan Sari Mirza juga mengungkapkan rencana penerbitan buku kumpulan cerita rakyat dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung sebagai upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperkuat konten lokal.


“Insya Allah akan diterbitkan buku cerita daerah yang menghimpun 15 cerita rakyat dari kabupaten/kota di Lampung. Ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan literasi berbasis kekayaan budaya daerah,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Pusat IKAPI Arif Hilman Nugraha menyampaikan bahwa Musda II IKAPI Lampung merupakan bagian dari amanat organisasi untuk memperkuat jaringan penerbitan di daerah.


Ia menjelaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam industri perbukuan. Dengan jumlah sekitar 2.800 penerbit, Indonesia menjadi salah satu negara dengan ekosistem penerbitan terbesar di kawasan Asia Tenggara.


“Kalau berbicara pusat keunggulan perbukuan di Asia Tenggara, ada di Indonesia. Kekayaan budaya, bahasa, dan keberagaman daerah menjadi kekuatan besar yang memiliki nilai bagi dunia,” kata Arif.(Bila)