lisensi

Minggu, 14 Juni 2026, Juni 14, 2026 WIB
Last Updated 2026-06-14T14:43:22Z
BudayaDaerahDesa Cahaya Negeri Lampung UtaraHUT Lampung Utara Ke 80Lampung Abung Nunyai

Desa Cahaya Negeri Tampil Memukau Pada Parade Manjau Mighul dan Pawai Budaya HUT Lampung Utara ke-80

Advertisement


Lampung Utara (Pikiran Lampung) – Kemeriahan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Lampung Utara ke-80 semakin terasa dengan digelarnya Parade Mighul dan Pawai Budaya yang berlangsung di halaman Rumah Dinas Bupati Lampung Utara, Minggu (14/6/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta perwakilan dari 23 kecamatan di Kabupaten Lampung Utara.


Salah satu peserta yang turut memeriahkan kegiatan tersebut adalah rombongan tokoh adat dan masyarakat dari Desa Cahaya Negeri, Kecamatan Abung Barat. Mereka menampilkan tradisi adat Manjau Mighul, sebuah warisan budaya masyarakat Lampung Pepadun yang sarat makna kekeluargaan dan persaudaraan.


                                               

Tokoh adat Desa Cahaya Negeri, Purnia Nunyai bergelar Suttan Guru Adat, mengatakan keikutsertaan masyarakat Abung Barat dalam pawai budaya merupakan bentuk dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya Lampung sekaligus memeriahkan HUT Kabupaten Lampung Utara ke-80.


“Desa Cahaya Negeri ikut serta dalam pawai budaya dengan mengusung tema Manjau Mighul yang tergabung bersama seluruh desa yang berada di wilayah Kecamatan Abung Barat,” ujar Suttan Guru Adat.



Ia menjelaskan, Manjau Mighul merupakan kunjungan kehormatan dari pihak besan atau keluarga mempelai laki-laki kepada keluarga perempuan dalam rangka pelaksanaan acara adat atau begawi. Tradisi tersebut menjadi simbol penguat hubungan kekeluargaan dan persaudaraan antara dua keluarga besar.


Hal yang sama juga dijelaskan oleh Ketua atau penyimbang asat Desa Cahaya Negeri, Peri Sastrajaya, S.Sos, Gelar Kanjeng Suttan, yang juga Sekdes desa setempat. 


Menurutnya, dalam pelaksanaan Manjau Mighul terdapat sejumlah aturan adat yang harus dipatuhi oleh seluruh peserta yang terlibat. Mulai dari tata cara berpakaian, etika bertutur kata, hingga susunan rombongan yang hadir telah diatur berdasarkan norma adat yang diwariskan secara turun-temurun.



“Semua memiliki aturan yang jelas sesuai ketentuan adat. Mulai dari cara berpakaian, berbicara, hingga urutan rombongan yang hadir. Hal itu menjadi bagian penting dalam menjaga keluhuran adat Lampung,” jelasnya.



Hal sama juga dijeaskan Camat Abung Barat, Wartoni. Dia  menerangkan bahwa Manjau Mighul juga mencerminkan rasa bahagia dan kasih sayang seorang perempuan yang telah berkeluarga ketika saudara laki-lakinya atau orang tua dari pihak mighul akan melaksanakan Gawei Balak Cakak Pepadun atau Munggah Bumei.


Dalam tradisi tersebut, rombongan membawa berbagai barang bawaan atau ba'ei, seperti hewan ternak berupa kerbau serta berbagai perlengkapan adat lainnya sebagai bagian dari prosesi.



Ia juga berharap peringatan HUT Kabupaten Lampung Utara dapat menjadi momentum untuk terus melestarikan budaya daerah dan memperkenalkan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam tradisi adat kepada generasi muda.


“Nilai-nilai adat yang terkandung dalam kunjungan Manjau Mighul sangat penting untuk mempererat tali silaturahmi. Bukan hanya hubungan antara adik dan kakak, tetapi juga memperkuat ikatan dua keluarga besar yang dipersatukan melalui adat,” katanya.



Parade budaya berlangsung meriah dengan beragam penampilan seni dan tradisi khas dari berbagai kecamatan di Lampung Utara. Ribuan masyarakat yang hadir tampak antusias menyaksikan jalannya pawai yang menjadi salah satu rangkaian utama peringatan HUT Kabupaten Lampung Utara ke-80 tahun 2026.(Rima Nunyai)