lisensi

Sabtu, 13 Juni 2026, Juni 13, 2026 WIB
Last Updated 2026-06-13T07:37:06Z
Info Unik Piala Dunia 2026Korea selatanTaiguk Warior

Fisik Kuat, Spirit Pantang Menyerah, dan Sepak Bola Modern Jadi Identitas Taeguk Warriors

Advertisement




Meksiko (Pikiran Lampung)- Piala Dunia 2026 baru saja dimulai kemarin, beberapa tima kuat sudah melakoni debutnya di pesta Bola 4 tahunan tersebut.

 

Di antaranya, Timnas Korea Selatan bentrok dengan Timnas Republik Ceska pada laga pertama Grup A Piala Dunia 2026 di Guadalajara Stadium, Jumat (12/06/2026) pagi WIB.


 Dalam duel tersebut, Korea Selatan yang berjuluk 'Taeguk Warriors' berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-1.




Suksesnya Korea Selatan menaklukkan salah satu kekuatan sepak bola dari  benua Eropa bisa dijadikan salah satu contoh untuk Timnas Indonesia.

 


Pelatih John Herdman dan penggawa Timnas Indonesia pun seharusnya dapat mengambil pelajaran dari laga Korsel kontra Ceko yang berakhir dengan skor 2-1.

 


Korsel contoh dan barometer yang baik untuk Timnas Indonesia ke depan. Karena kita punya kedekatan karena sama-sama dari Asia.

 

"Kita tak perlu cari kiblat sepak bola yang jauh. Kita contoh Korsel saja. Bagaimana mereka bisa punya skuat bagus dan sebelas kali beruntun mampu lolos ke Piala Dunia," kata Gusnul Yakin.

 

Di mata mantan arsitek Arema itu karakter jadi kekuatan Korsel. Fisik kuat, spirit pantang menyerah, dan permainan sepak bola modern jadi identitas Taeguk Warriors.

 

"Saat dilatih Shin Tae-yong, Timnas Indonesia sudah mulai membangun karakter itu. Terutama kekuatan fisik dan spirit. Pondasi itu kini diteruskan John Herdman," Gusnul Yakin menuturkan.

 

"Semoga John Herdman berhasil membentuk karakter dan permainan bagus hingga Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030," ucapnya.

 

Pada partai fase Grup A itu, Korsel kecolongan gol lebih dulu. Namun mereka mampu comeback dan mengakhiri pertarungan dengan skor 2-1.

 

Dari data skuat kedua tim, Korsel memiliki jumlah pemain abroad sebanyak 19 orang. Sementara Ceko hanya punya sembilan pemain berkarir di luar negeri. Perbedaan jumlah pemain abroad ini ternyata berpengaruh besar bagi performa Korsel dan Ceko.

 

"Kita sudah berada di jalur yang benar. Timnas Indonesia punya banyak pemain diaspora dari Liga Eropa. Tak bisa dimungkiri. Kualitas pemain yang berkarier di Eropa beda dari kompetisi domestik. Buktinya Korsel dan Ceska," ujarnya.

 

Gusnul Yakin pun salut, karena John Herdman pun mulai berhasil menyatukan potensi ini. "Saya kira jika selama empat tahun mendatang modal ini dimatangkan, Timnas Indonesia akan jadi kekuatan baru di Asia dan Dunia. Tapi John Herdman juga harus menggali potensi pemain terbaik dari Super League," jelasnya.(***)