Advertisement
Meksiko (Pikiran Lampung)- Piala Dunia 2026 baru saja dimulai kemarin, beberapa tima kuat sudah melakoni debutnya di pesta Bola 4 tahunan tersebut.
Di antaranya, Timnas Korea Selatan bentrok dengan Timnas
Republik Ceska pada laga pertama Grup A Piala Dunia 2026 di Guadalajara
Stadium, Jumat (12/06/2026) pagi WIB.
Dalam duel tersebut, Korea Selatan yang berjuluk 'Taeguk Warriors' berhasil meraih kemenangan dengan skor 2-1.
Suksesnya Korea Selatan menaklukkan salah satu kekuatan sepak
bola dari benua Eropa bisa dijadikan
salah satu contoh untuk Timnas Indonesia.
Pelatih John Herdman dan penggawa Timnas Indonesia pun
seharusnya dapat mengambil pelajaran dari laga Korsel kontra Ceko yang berakhir
dengan skor 2-1.
Korsel contoh dan barometer yang baik untuk Timnas
Indonesia ke depan. Karena kita punya kedekatan karena sama-sama dari Asia.
"Kita tak perlu cari kiblat sepak bola yang jauh.
Kita contoh Korsel saja. Bagaimana mereka bisa punya skuat bagus dan sebelas
kali beruntun mampu lolos ke Piala Dunia," kata Gusnul Yakin.
Di mata mantan arsitek Arema itu karakter jadi kekuatan
Korsel. Fisik kuat, spirit pantang menyerah, dan permainan sepak bola modern
jadi identitas Taeguk Warriors.
"Saat dilatih Shin Tae-yong, Timnas Indonesia sudah
mulai membangun karakter itu. Terutama kekuatan fisik dan spirit. Pondasi itu
kini diteruskan John Herdman," Gusnul Yakin menuturkan.
"Semoga John Herdman berhasil membentuk karakter dan
permainan bagus hingga Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2030,"
ucapnya.
Pada partai fase Grup A itu, Korsel kecolongan gol lebih
dulu. Namun mereka mampu comeback dan mengakhiri pertarungan dengan skor 2-1.
Dari data skuat kedua tim, Korsel memiliki jumlah pemain
abroad sebanyak 19 orang. Sementara Ceko hanya punya sembilan pemain berkarir
di luar negeri. Perbedaan jumlah pemain abroad ini ternyata berpengaruh besar
bagi performa Korsel dan Ceko.
"Kita sudah berada di jalur yang benar. Timnas Indonesia
punya banyak pemain diaspora dari Liga Eropa. Tak bisa dimungkiri. Kualitas
pemain yang berkarier di Eropa beda dari kompetisi domestik. Buktinya Korsel
dan Ceska," ujarnya.
Gusnul Yakin pun salut, karena John Herdman pun mulai
berhasil menyatukan potensi ini. "Saya kira jika selama empat tahun
mendatang modal ini dimatangkan, Timnas Indonesia akan jadi kekuatan baru di
Asia dan Dunia. Tapi John Herdman juga harus menggali potensi pemain terbaik
dari Super League," jelasnya.(***)