lisensi

Minggu, 14 Juni 2026, Juni 14, 2026 WIB
Last Updated 2026-06-14T15:37:53Z
Ekonomi

Gubernur Mirza Berhasil Jaga Harga di Lampung, Distribusi Lancar, Ekonomi Terkendali

Advertisement

 


Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Berbagai langkah kebijakan program ekonomi, terutama untuk menunjang kelancaran distribusi kebutuhan pangan serta sayuran yang dilakukan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wagub Jihan Nurlela yang didukung Sekdaprov Marindo Kurniawan, berdampak positif terhadap situasi harga di Bumi Ruwa Jurai.

 

Dimana, pantauan tim Pikiran Lampung di sejumlah pasar di Bandarlampung, Lampung Selatan serta Pesawaran dan Lampung Utara, harga terpantau stabil bahkan beberapa komunitas cenderung turun.

 


Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax yang terjadi beberapa hari terakhir belum berdampak signifikan terhadap harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandar Lampung. Kondisi tersebut terpantau di Pasar Pasir Gintung dan Pasar Tugu, di mana mayoritas komoditas pangan masih dijual dengan harga relatif stabil.

 

Beberapa komunitas, menurut pedagang di pasar Bandarlampung, bahkan cenderung menurun.


Di Pasar Pasir Gintung, aktivitas jual beli berlangsung normal. Para pedagang mengaku belum melakukan penyesuaian harga meski terjadi kenaikan harga BBM, karena pasokan barang masih lancar dan biaya distribusi belum mengalami perubahan yang berarti.

 

Salah seorang pedagang sayur, Syukri, mengatakan harga sejumlah komoditas bahkan mengalami penurunan dibandingkan beberapa pekan sebelumnya

 


"Kalau untuk saat ini belum ada pengaruh dari kenaikan Pertamax. Harga sayuran masih stabil, bahkan cabai merah turun. Sebelumnya Rp45 ribu per kilogram, sekarang menjadi Rp35 ribu per kilogram," ujar Syukri, Minggu, (14/06/2026).

 

Menurutnya, harga bawang merah masih bertahan cukup tinggi di kisaran Rp55 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih dijual sekitar Rp40 ribu per kilogram.

 

"Yang masih agak tinggi bawang merah. Kalau bawang putih masih normal di angka Rp40 ribu per kilogram. Pembeli juga masih ramai seperti biasa," katanya.

 

Senada dengan itu, seorang pembeli, Nurhayati, mengaku belum merasakan lonjakan harga kebutuhan dapur pasca kenaikan Pertamax.

 

"Alhamdulillah harga sayur dan bumbu dapur masih terjangkau. Bahkan cabai sekarang lebih murah dibanding beberapa minggu lalu. Mudah-mudahan tetap stabil," ujarnya

 


Sementara itu, kondisi serupa juga terlihat di Pasar Tugu. Harga beras masih berada pada kisaran normal tanpa adanya kenaikan.

 

Untuk beras kualitas medium, pedagang menjual dengan harga Rp15.500 per kilogram. Sedangkan beras kualitas super masih dipasarkan seharga Rp16 ribu per kilogram.

 

Selain itu, harga minyak goreng juga relatif stabil di angka Rp21 ribu per liter. Adapun daging ayam ras segar masih diperdagangkan pada kisaran Rp35 ribu per kilogram.

 

Salah seorang pedagang sembako di Pasar Tugu, Rudi, mengatakan hingga saat ini belum ada perubahan harga dari distributor yang dapat memicu kenaikan harga jual di tingkat pasar.

 

"Belum ada kenaikan dari pemasok. Beras, minyak goreng, dan ayam masih sama seperti beberapa hari lalu. Jadi kami juga belum menaikkan harga ke konsumen," kata Rudi.

 


Menurutnya, pedagang berharap kondisi harga tetap stabil agar daya beli masyarakat tidak terganggu.

 

"Kami berharap jangan sampai ada kenaikan bertahap setelah ini. Kalau harga stabil, pembeli juga lebih nyaman berbelanja," tambahnya.

 

Di sisi lain, seorang warga yang sedang berbelanja di Pasar Tugu, Sulastri, menilai kondisi harga bahan pokok saat ini masih cukup terkendali.

 

"Saya sempat khawatir setelah BBM naik harga sembako ikut naik, tetapi sampai sekarang masih normal. Mudah-mudahan tidak ada kenaikan dalam waktu dekat," ungkapnya.


Para pedagang memperkirakan harga kebutuhan pokok di Bandar Lampung masih akan cenderung stabil dalam beberapa waktu ke depan selama pasokan dari daerah sentra produksi tetap lancar dan tidak terjadi gangguan distribusi. Pemerintah juga diharapkan terus melakukan pemantauan agar kenaikan harga BBM tidak berdampak pada lonjakan harga bahan pangan di tingkat konsumen.

(Salsabila Nugroho)