lisensi

Selasa, 30 Juni 2026, Juni 30, 2026 WIB
Last Updated 2026-06-30T09:01:33Z
Kadisdikbud Lampung Thomas AmiricoKelas Migran Vokasi

Kadisdikbud Thomas Americo Hadiri Pembahasan Kelas Migran Vokasi, Bidiki Kerjasama Dengan Korea

Advertisement


Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Provinsi Lampung, H. Thomas Americo, S.S.T.P., M.H., menghadiri Rapat Pembahasan Program Kelas Migran Vokasi yang dipimpin Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela di Ruang Kerja Wakil Gubernur Lampung, Selasa (30/6/2026).


Rapat tersebut membahas penguatan akses pendidikan vokasi sekaligus membuka peluang kerja internasional bagi generasi muda Lampung melalui pengembangan kerja sama pendidikan dengan sejumlah mitra, termasuk peluang kolaborasi bersama Asparindo Institute dan KOLA Korea Eduwork untuk membuka akses pendidikan dan karier di Republik Korea.


Thomas Americo menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung terus berkomitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui program pendidikan yang memiliki keterkaitan langsung dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk peluang kerja global.



Menurutnya, Program Kelas Migran Vokasi menjadi salah satu langkah strategis untuk mempersiapkan lulusan SMA, SMK, dan MA sederajat agar memiliki kompetensi, keterampilan, serta kemampuan bahasa yang dibutuhkan dalam persaingan internasional.


“Pendidikan hari ini tidak hanya menyiapkan peserta didik untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, tetapi juga harus mampu memberikan bekal keterampilan agar mereka siap memasuki dunia kerja, baik di dalam negeri maupun internasional,” ujar Thomas.


Ia menjelaskan, peluang kerja sama dengan Korea Selatan menjadi kesempatan bagi generasi muda Lampung untuk memperoleh pengalaman pendidikan bertaraf internasional sekaligus meningkatkan kompetensi profesional.


“Yang paling penting adalah bagaimana kita menyiapkan sumber daya manusia yang unggul. Mulai dari kompetensi keahlian, kemampuan bahasa, hingga kesiapan mental dan budaya kerja agar peserta benar-benar mampu bersaing,” katanya.



Thomas menambahkan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung siap mendukung pelaksanaan program tersebut melalui penguatan pendidikan vokasi di tingkat SMA/SMK serta mendorong peserta didik agar memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri global.


“Kami akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pihak agar program seperti ini dapat memberikan manfaat nyata bagi anak-anak Lampung dan membuka lebih banyak peluang masa depan,” tambahnya.


Dalam rapat tersebut dijelaskan bahwa Republik Korea saat ini menghadapi tantangan penurunan jumlah penduduk usia produktif sehingga membuka peluang bagi tenaga kerja terampil dan mahasiswa internasional. Melalui kebijakan Study Korea 300K, pemerintah Korea Selatan memberikan kesempatan lebih luas bagi mahasiswa asing untuk menempuh pendidikan tinggi serta memperoleh pengalaman kerja secara legal sesuai aturan yang berlaku.


Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela mengatakan, Lampung memiliki potensi sumber daya manusia yang besar dengan jumlah lulusan SMA sederajat mencapai sekitar 120 ribu orang setiap tahun. Namun, dari jumlah tersebut baru sekitar 45 ribu yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.


“Harapan kita bukan hanya Jepang, tetapi juga Korea Selatan, Taiwan, dan negara-negara lainnya. Kita akan menyiapkan skema bagi peserta yang berminat agar dapat memilih negara tujuan,” ujar Jihan.


Menurutnya, Program Kelas Migran Vokasi diharapkan menjadi salah satu solusi untuk mengurangi angka pengangguran terbuka sekaligus meningkatkan kualitas SDM dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Lampung.


“Kami menyambut peluang kerja sama ini dengan tangan terbuka dan siap menjajakinya lebih lanjut, bukan hanya di bidang pendidikan tetapi juga sektor industri. Yang perlu kita siapkan adalah sumber daya manusianya,” kata Jihan.


Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menargetkan terbukanya akses pendidikan tinggi internasional, peningkatan kemampuan bahasa asing, sertifikasi kompetensi, serta peluang kerja luar negeri yang legal dan profesional.


Bagi peserta, program ini diharapkan memberikan kesempatan untuk menempuh pendidikan di Korea Selatan, bekerja secara legal selama masa studi, memperoleh pengalaman internasional, hingga membuka peluang mendapatkan Visa Kerja Profesional (E-7) sesuai persyaratan yang berlaku.


Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kerja sama internasional di bidang pendidikan dan pengembangan SDM agar generasi muda Lampung semakin kompetitif dan siap menghadapi tantangan global.(Rahmadi)