Advertisement
Lampung Timur (Pikiran Lampung)- Lembaga penyiaran publik TVRI sebagai pemegang hak penyiaran piala Dunia 2026 bekerja sama dengan pemerintah daerah kabupaten Lampung Timur ( lamtim) melalui Dispora dan Dinas pariwisata, hal ini disambut gembira oleh pelaku UMKM (Usaha Mikro. Kecil,dan Menengah) dengan adanya siaran nonton bareng (nobar) diselenggarakan halaman pemda yang dimulai dari dari 22-24 juni 2026 itu diharapkan dapat meningkatkan perekonomian para UMKM setempat karena para pecinta sepakbola akan rame- rame mendatangi pelaku UMKM untuk Nobar piala Dunia 2026, Hadir Nobar Bupati Ela Siti Nuryamah, wakil Bupati Azwar Hadi, sekretaris daerah, Rustam Efendi, sekretaris dewan,Tabrani Hasyim, kepala OPD,
Camat sukadana,hingga kepala Desa se-kecamatan sukadana serta seluruh perangkat Desa, dan elemen masyarakat yang memadati halaman pemkab lamtim.
Kepala Dinas Pariwisata lamtim, Marsan menjelaskan bahwa kegiatan nobar ini bukan sekedar hiburan semata melainkan sarana mempererat silaturahmi dan persahabatan masyarakat dalam menyaksikan ajang Piala Dunia sepak bola terbesar di dunia,selain itu untuk memakmurkan para pelaku usaha UMKM sehingga dengan adanya nobar ini penghasilan mereka meningkat," Ungkap Marsan.
Selain itu Para pelaku UMKM mengatakan Penjualan produk seperti pop mie, kopi, dan salad buah meningkat tajam hingga tembus Rp2 juta dalam satu malam. Demikian yang disampaikan salah satu pelaku UMKM Ibran, begitu pelaku lainnya Cik Tari yang ikut berjualan di lokasi nobar yang digelar oleh Pemkab Lam-tim. Menurutnya, event hiburan rakyat seperti ini sangat berdampak pada perputaran ekonomi warga.senen malam, (22-06-2026)
“Pop mie, kopi, salad buah, bisa menambah penghasilan kami Ada yang 2 juta, 500 ribu, Sangat meningkatkan perputaran perekonomian,” ucap Ibran.
Senada juga diungkapkan Novita, pelaku UMKM lainnya. Ia menyebut antusiasme masyarakat yang memadati lokasi nobar langsung berdampak pada lonjakan penjualan dagangannya.
“Dengan adanya acara Nobar yang diadakan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur, penjualan UMKM meningkat. Terima kasih dengan adanya UMKM ini, karena sebagai pelaku UMKM sangat terbantu,” ujar Novita.
Novita berharap kegiatan serupa terus rutin dilaksanakan. Menurutnya, nobar bukan hanya hiburan, tapi juga ruang promosi gratis dan efektif bagi UMKM lokal untuk menjangkau lebih banyak pembeli.
Dampak ekonomi yang dirasakan pelaku UMKM ini menunjukkan bahwa program pemerintah daerah bisa berjalan beriringan. Hiburan rakyat jalan, roda ekonomi UMKM pun ikut berputar lebih cepat.
Ibran menambahkan, tanpa adanya event seperti nobar, omzet harian mereka jauh lebih kecil. Adanya kerumunan penonton membuat produk yang dijual cepat habis dan menciptakan efek berantai ke pemasok bahan baku.
“Semoga acara seperti ini terus dilaksanakan di Lampung Timur. Kami pelaku UMKM sangat terbantu dan bisa menghidupi keluarga dari hasil jualan di sini,” tutup Ibran.
Pemkab Lampung Timur sendiri terus mendorong pelaku UMKM untuk naik kelas. Dengan adanya pasar dadakan di setiap event, UMKM mendapat ruang untuk memperkenalkan produk sekaligus menambah pendapatan.
Kisah Ibran dan Novita menjadi bukti nyata bahwa event hiburan berbasis kerakyatan mampu menjadi mesin penggerak ekonomi mikro. Rp2 juta semalam dari jualan pop mie, kopi, dan salad buah adalah angka yang tidak kecil untuk skala usaha rumahan.( Fauzi)

