lisensi

Jumat, 05 Juni 2026, Juni 05, 2026 WIB
Last Updated 2026-06-05T07:47:20Z
DaerahPemkab Pringsewu

Pringsewu Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Luncurkan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah

Advertisement

 


Pringsewu (Pikiran Lampung) – Pemerintah Kabupaten Pringsewu memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026 dengan menggelar apel bersama yang dipimpin Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas di halaman Pendopo Kabupaten Pringsewu, Jumat (5/6/2026). Pada kesempatan tersebut, Pemkab Pringsewu juga meluncurkan Gerakan Pilah Sampah dari Rumah serta Bank Sampah Induk Pringsewu Resik sebagai langkah nyata memperkuat pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.


Dalam amanatnya, Bupati Riyanto Pamungkas menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak boleh dimaknai hanya sebagai agenda seremonial tahunan. Menurutnya, momentum tersebut menjadi pengingat akan pentingnya menjaga bumi, udara, dan sumber daya air yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.


Mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim”, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjawab tantangan perubahan iklim dan persoalan lingkungan dengan tindakan nyata. Ia menilai persoalan sampah menjadi salah satu isu yang harus segera ditangani secara serius dan berkelanjutan.


Riyanto mengungkapkan, berdasarkan data BRIN, rata-rata penduduk Indonesia menghasilkan 0,7 hingga 1 kilogram sampah per hari. Sementara laporan World Bank tahun 2025 mencatat produksi sampah nasional mencapai 64 hingga 71 juta ton per tahun, menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara penghasil sampah terbesar di kawasan ASEAN.


Namun, menurutnya, persoalan utama bukan hanya pada jumlah sampah yang dihasilkan, melainkan kemampuan dalam mengelolanya. Data OECD tahun 2025 menunjukkan Indonesia baru mampu mengelola sekitar 39 persen sampah dengan baik, jauh di bawah Thailand yang telah mencapai 72 persen. Perbedaan tersebut juga terlihat dari ketersediaan infrastruktur pengelolaan sampah yang masih terbatas.


“Kondisi ini menempatkan Indonesia dalam kategori darurat sampah. Presiden Republik Indonesia telah menegaskan bahwa tata kelola sampah merupakan isu prioritas nasional dan menginstruksikan seluruh kepala daerah untuk melakukan revolusi pengelolaan sampah mulai dari sumbernya, yakni rumah tangga,” kata Riyanto.


Ia juga memaparkan bahwa Kabupaten Pringsewu saat ini menghasilkan sekitar 163 ton sampah per hari. Jumlah tersebut jauh melampaui kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bumiayu yang hanya mampu menampung sekitar 42 ton per hari. Kondisi over kapasitas ini, menurutnya, dapat berdampak pada kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat jika tidak segera ditangani melalui langkah yang sistematis.


Karena itu, Bupati mengajak masyarakat untuk mendukung Gerakan Pilah Sampah dari Rumah. Menurutnya, pengelolaan lingkungan yang baik dimulai dari kebiasaan sederhana di tingkat rumah tangga, seperti memilah sampah organik dan anorganik sejak dari dapur, kemudian diterapkan secara berkelanjutan dari rumah ke rumah hingga ke seluruh desa.


Riyanto mengaku bangga atas tingginya antusiasme masyarakat terhadap program tersebut. Dalam dua bulan terakhir, telah terbentuk 45 Bank Sampah Unit baru yang beroperasi sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2021. Keberhasilan ini, katanya, tidak lepas dari peran Ketua TP PKK Kabupaten Pringsewu yang aktif menggerakkan program dari tingkat akar rumput, serta dukungan berbagai perangkat daerah terkait.


Pada kesempatan itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada PT Indofood, Klinik Kosasih Medika Lampung, dan Komunitas Ayo Menanam atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada petugas kebersihan, kader lingkungan, komunitas hijau, dan seluruh masyarakat yang selama ini berkontribusi menjaga kebersihan serta kelestarian lingkungan di Kabupaten Pringsewu.


“Mari kita jadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini bukan sekadar momentum seremonial, melainkan titik balik untuk membangun perilaku yang lebih ramah lingkungan. Satu tindakan nyata untuk alam hari ini adalah jaminan kehidupan yang lebih baik untuk esok hari,” ujar Riyanto.(alung)