lisensi

Rabu, 24 Juni 2026, Juni 24, 2026 WIB
Last Updated 2026-06-24T14:56:58Z
Sekdaprov Lampung Marindo KurniawanTebar Bibit Ikan di Mesuji

Sekdaprov Marindo Ikut Tebar 33 Ribu Bibit Ikan di Mesuji, Jaga Sumber Daya Alam Untuk Kesejahteraan Rakyat

Advertisement



Mesuji (Pikiran Lampung) - Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan mendampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam kegiatan pelepasan 33.000 bibit ikan di kawasan Jembatan Pasar KTM, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Rabu (24/6/2026).


Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Program Prioritas Pemerintah Provinsi Lampung "Desaku Maju" yang bertujuan mendorong pembangunan desa berbasis potensi lokal, sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat.


Sebanyak 33.000 bibit ikan dilepas ke perairan umum melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Kabupaten Mesuji. Dari jumlah tersebut, Pemprov Lampung menyalurkan 20.000 bibit ikan yang terdiri atas 13.000 ekor benih ikan mas, 5.000 ekor benih nila, 1.000 ekor benih baung, dan 1.000 ekor benih bawal. Sementara Pemerintah Kabupaten Mesuji turut menebar 13.000 bibit ikan yang terdiri atas 10.000 ekor benih lele dan 3.000 ekor benih nila.



Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa program restocking dilakukan untuk mengembalikan fungsi perairan umum sebagai sumber ketahanan pangan sekaligus penopang ekonomi masyarakat.


"Kita Pemprov bersama Kabupaten Mesuji akan menebar bibit ikan. Ada ikan bawal, ikan baung, ikan lele, ikan nila. Agar ekosistem, populasi ikan di sungainya tetap terjaga, dan ke depan nanti akan menjadi pendapatan yang baik buat seluruh masyarakat di Kabupaten Mesuji," kata Gubernur Mirza.


Usai pelepasan benih ikan, Gubernur juga mengumpulkan para camat dan kepala desa yang hadir untuk memperkuat pengawasan terhadap keberlanjutan program tersebut. Ia meminta aparatur desa aktif mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan praktik penangkapan ikan yang merusak lingkungan.



"Ini ada harapan dari saya, mohon dijaga ikannya. Terutama disosialisasikan kepada masyarakat. Tidak disetrum, dan tidak diputas. Kalau dijala boleh, dipancing boleh. Tapi jangan disetrum, diputas, karena yang kecil-kecil ikut mati," tegasnya.


Dalam arahannya, Gubernur Mirza juga mengungkapkan bahwa benih-benih ikan yang ditebar merupakan hasil pembenihan dari fasilitas perikanan di Bandar Lampung yang melalui proses pemijahan dan perawatan secara intensif sebelum didistribusikan ke Kabupaten Mesuji.


"Ini bibitnya dari Bandar Lampung, jauh. Dipijah setengah mati. Mereka memijah berharap kalau besar, kalau gede, bisa jadi pendapatan masyarakat Kabupaten Mesuji. Jadi kalau disetrum, kan ya kasihan sama yang sudah buat mijah. Saya titip ya," ujarnya.


Sementara itu Sekdaprov Marindo Kurniawan mengatakan program restocking ikan menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam menjaga keseimbangan ekosistem perairan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor perikanan tangkap.


"Kegiatan ini bukan sekadar menebar benih ikan, tetapi merupakan investasi jangka panjang bagi masyarakat. Pemerintah ingin memastikan sumber daya perikanan di sungai tetap terjaga sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi warga Mesuji," ujar Marindo.


Marindo menilai keberhasilan program restocking sangat bergantung pada kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga ekosistem sungai. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor penting agar manfaat program dapat dirasakan dalam jangka panjang.


Melalui program restocking ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap produktivitas perairan sungai di Kabupaten Mesuji terus meningkat dan mampu menjadi sumber penghidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat. Selain menjaga kelestarian lingkungan, program tersebut juga diharapkan memperkuat ketahanan pangan daerah serta mendukung pertumbuhan ekonomi desa sebagaimana semangat Program Desaku Maju.(Dayat)