Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan, menemui puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lampung saat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Lampung dan Kantor Gubernur Lampung, Senin. Kehadiran Marindo menjadi bentuk respons Pemerintah Provinsi Lampung untuk menerima langsung aspirasi yang disampaikan para mahasiswa.
Aksi yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB itu diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Lampung. Massa membawa tujuh tuntutan yang mereka sebut sebagai "Gerbang Sumatera", sebagai bentuk aspirasi kepada Pemerintah Provinsi Lampung dan DPRD Provinsi Lampung. Sebelum memasuki halaman DPRD, sempat terjadi aksi saling dorong antara mahasiswa dengan petugas Satpol PP yang melakukan pengamanan.
Tidak lama kemudian, Marindo Kurniawan tiba di lokasi didampingi anggota DPRD Provinsi Lampung, Syukron Muchtar. Namun, kedatangan Sekda sempat mendapat penolakan dari sebagian massa yang menginginkan Gubernur maupun Wakil Gubernur Lampung hadir secara langsung untuk menemui para demonstran.
Di hadapan peserta aksi, Marindo tetap menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa yang dinilai masih menyampaikan aspirasi secara terbuka dan sesuai mekanisme demokrasi. Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Lampung menghormati kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
"Saya atas nama Pemerintah Provinsi Lampung sebagai Sekretaris Daerah mengucapkan terima kasih kepada adik-adik semua yang sampai siang ini masih menyampaikan aspirasi dengan baik. Pemerintah Provinsi Lampung siap menerima dan meneruskan seluruh aspirasi yang disampaikan hari ini kepada pihak yang berwenang," ujar Marindo di hadapan massa aksi.
Marindo juga menjelaskan bahwa Gubernur dan Wakil Gubernur Lampung tidak dapat hadir karena sedang menjalankan agenda pemerintahan yang telah dijadwalkan jauh hari sebelumnya. Menurutnya, agenda tersebut sudah disusun sejak satu bulan lalu sehingga tidak memungkinkan untuk dibatalkan.
"Agenda pemerintahan sudah dijadwalkan sejak satu bulan lalu. Kalau menunggu Gubernur atau Wakil Gubernur datang hari ini memang mereka sedang tidak berada di tempat. Untuk pimpinan DPRD, kami akan berupaya menghubungi mereka," katanya.
Selain menerima aspirasi, Marindo mengajak mahasiswa tetap menyampaikan tuntutan melalui jalur konstitusional serta menghormati proses pemerintahan yang sedang berjalan. Ia memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan PMII Lampung akan diteruskan kepada pimpinan daerah untuk menjadi perhatian pemerintah.
Sementara itu, Jenderal Lapangan PMII Lampung, Fakih Ilham Khusesi, menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi atas berbagai persoalan yang dirasakan masyarakat. Ia menyebut kader PMII dari berbagai kabupaten dan kota di Lampung sengaja hadir untuk menyuarakan kegelisahan publik serta berharap dapat berdialog langsung dengan pimpinan daerah.
"Kami dari PMII Lampung hadir menyuarakan kegelisahan yang kami rasakan bersama. Dari tadi kami dibenturkan dengan aparat, bahkan ada yang terluka. Kami memohon agar bisa duduk bersama dengan pimpinan," ujarnya.(Salsabila)