Advertisement
Seattle (Pikiran Lampung)- Tim Belgia melampiaskan kemarahan mereka akibat Ulah FIFA yang mengijinkan Balogun Pemain yang terkena kartu merah tapi bisa ikut bertanding.
Dimana, Belgia memberondong gawang Amerika Serikat dengan
4 gol.
Pertandingan Amerika Serikat vs Belgia berlangsung di
Lumen Field, Seattle, Selasa (7/7/2026) pagi WIB.
Pasukan Rudi Garcia langsung menggempur setelah peluit
panjang dibunyikan pada babak pertama.
Belgia sepenuhnya pegang kendali permainan, De Ketelaere
jadi bintang di laga ini dengan torehan dua gol dan satu asis
Belgia berhasil lolos ke perempat final Piala Dunia dengan
meyakinkan. Tim Setan Merah mengalahkan tuan rumah Amerika Serikat dengan skor
1-4 berkat dua gol dari Charles De Ketelaere, satu gol dari Hans Vanaken, dan
satu gol dari pemain pengganti Romelu Lukaku, sehingga mereka akan menghadapi
Spanyol di perempat final.
Pelatih kepala Rudi Garcia sebelumnya menghadirkan
beberapa kejutan dalam susunan starting eleven Belgia. Nama-nama besar seperti
Kevin De Bruyne, Romelu Lukaku, dan Jérémy Doku memulai pertandingan dari
bangku cadangan, sementara Charles De Ketelaere menempati posisi penyerang
dengan Leandro Trossard dan Dodi Lukebakio di sisinya.
Di kubu Amerika Serikat, Folarin Balogun tetap turun
sebagai starter, meskipun ada kontroversi setelah ia mendapat kartu merah saat
melawan Bosnia dan Herzegovina.
Belgia langsung tancap gas dan nyaris mencetak gol pembuka
dalam waktu dua menit.
Tendangan jarak jauh Timothy Castagne berhasil ditepis dengan gemilang oleh Freese, kemudian Charles De Ketelaere juga menciptakan ancaman lewat sundulan. Tak lama kemudian, Youri Tielemans gagal memanfaatkan peluang emas, namun pada menit kesembilan, gol akhirnya tercipta. Nicolas Raskin bereaksi cepat terhadap bola pantul dan memberikan umpan matang kepada De Ketelaere, yang dari jarak dekat mencetak gol pembuka menjadi 0-1.
Tim Setan Merah kemudian tetap menguasai permainan, namun
harus menghadapi kemunduran pada menit ke-18. Amadou Onana mengalami cedera
lutut dan harus digantikan oleh Hans Vanaken. Meskipun terjadi pergantian
pemain yang terpaksa itu, Belgia tetap mendominasi pertandingan dan tampaknya
tidak memberikan banyak celah.
Namun, Amerika Serikat berhasil menyamakan kedudukan
setelah lebih dari setengah jam pertandingan. Malik Tillman melepaskan
tendangan bebas ke arah gawang, lalu bola berubah arah setelah mengenai kepala
Vanaken (yang berada di dalam tembok pemain) dan membuat Thibaut Courtois tak
berdaya: 1-1. Namun, kegembiraan tim Amerika itu tak berlangsung lama. Hanya
dua menit kemudian, Trossard memicu serangan yang sangat baik dan mengoper bola
kepada De Ketelaere, yang berhasil melepaskan diri dari penjagaan Tim Ream dan
menyundul bola dengan tepat: 1-2.
Setelah jeda, Amerika Serikat mencoba meningkatkan
tekanan, tetapi peluang besar tetap tak kunjung datang. Belgia terus mengintai
melalui serangan balik dan sudah memberikan peringatan ke gawang Amerika
melalui Trossard.
Di sisi lain, tim Amerika menuntut tendangan penalti
setelah terjadi duel antara Christian Pulisic dan Tielemans, tetapi wasit Adham
Makhadmeh tidak mengabulkannya.
Pada menit ke-57, keputusan pertandingan tercipta dengan
cara yang mencolok. Freese lebih dulu mencapai bola umpan jauh daripada De
Ketelaere, tetapi kemudian terlalu lama menguasai bola. Vanaken memberikan
tekanan, merebut bola dari kiper, dan kemudian mencetak gol dari jarak jauh
untuk mengubah skor menjadi 1-3. Amerika Serikat kemudian mencoba memaksakan
sesuatu dengan beberapa pergantian pemain, termasuk Ricardo Pepi dari PSV,
tetapi pertahanan Belgia hampir tidak memberikan celah lagi.
Garcia juga memasukkan Lukaku dan Doku ke lapangan pada
menit-menit akhir untuk memastikan keunggulan tersebut. Jauh di masa tambahan
waktu, skor pun bertambah lagi. Chris Richards secara tak sengaja mengoper bola
ke Vanaken di lini belakang, yang langsung mengumpankan bola kepada Lukaku.
Penyerang pengganti itu tetap tenang dan menyarangkan bola dengan kaki kanannya
ke sudut jauh untuk skor 1-4.(***)