Advertisement
Lampung Timur (Pikiran Lampung) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Timur mencatat sebanyak sembilan peristiwa kebakaran terjadi sepanjang Juli 2026. Dari jumlah tersebut, tujuh kasus merupakan kebakaran rumah warga, sedangkan dua lainnya merupakan kebakaran lahan perkebunan.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan BPBD Lampung Timur, M. Ridwan, mengatakan seluruh kejadian tersebut telah ditangani oleh petugas. Data itu disampaikan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Jumat (31/7/2026).
"Selama periode bulan Juli ini kami telah menangani sebanyak sembilan kasus musibah kebakaran. Rinciannya, tujuh kasus kebakaran rumah warga dan dua sisanya melanda lahan perkebunan," ujar M. Ridwan.
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan seiring kondisi cuaca yang panas dan kering akibat fenomena El Nino. Menurutnya, kondisi tersebut membuat api lebih mudah menyebar, baik di kawasan permukiman maupun lahan terbuka.
M. Ridwan juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok sembarangan, berhati-hati saat membakar sampah atau membuka lahan, memastikan kompor telah padam setelah digunakan, serta rutin memeriksa instalasi listrik untuk mencegah korsleting yang dapat memicu kebakaran.
Apabila terjadi kebakaran, masyarakat diminta segera menghubungi layanan darurat Call Center 122 atau pos pemadam kebakaran terdekat agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin sehingga dampak dan kerugian dapat diminimalkan.
Saat ini, BPBD Lampung Timur memiliki tujuh pos pemadam kebakaran yang tersebar di sejumlah kecamatan, yakni Pos Induk Sukadana dengan dua unit mobil pemadam, serta Pos Purbolinggo, Pekalongan, Sekampung, Sekampung Udik, Bandar Sribhawono, dan Way Jepara yang masing-masing dilengkapi satu unit mobil pemadam. Dengan dukungan tersebut, diharapkan respons terhadap kejadian kebakaran dapat dilakukan lebih cepat dan optimal. (AF)
