lisensi

Rabu, 29 Juli 2026, Juli 29, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-30T06:23:25Z
Bupati Tanggamus Drs. Moh. Saleh AsnawiDaerah

Bupati Tanggamus Siap Perluas Lahan Bawang Putih hingga 20 Hektare, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Advertisement



Tanggamus (Pikiran Lampung) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus menegaskan komitmennya untuk mendukung pengembangan budidaya bawang putih grade A di Pekon Datarajan, Kecamatan Ulu Belu. Komitmen tersebut disampaikan Bupati Tanggamus Drs. H. Moh. Saleh Asnawi, M.A., M.H., saat menerima audiensi jajaran Polres Tanggamus yang dilanjutkan rapat hybrid bersama Kapolda Lampung dan Forkopimda, di Ruang Rapat Kantor Bupati Tanggamus, Rabu (29/7/2026).


Dalam pertemuan tersebut, Wakapolres Tanggamus Kompol Freddy Aprisa Putra, S.H., M.H., memaparkan keberhasilan panen perdana bawang putih di lahan seluas satu hektare di Pekon Datarajan. Produksi mencapai sekitar 4 hingga 5 ton dengan kualitas umbi grade A berkat pendampingan tim asistensi Sembalun, Lombok, bersama Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Provinsi Lampung.


Menanggapi paparan tersebut, Bupati Tanggamus Moh. Saleh Asnawi menyampaikan apresiasi kepada Polres Tanggamus atas inisiatif dan sinergi yang dibangun dalam mendorong pengembangan komoditas strategis tersebut.


"Keberhasilan panen perdana ini menjadi bukti bahwa kawasan Datarajan memiliki potensi besar sebagai sentra bawang putih. Jika kualitasnya sudah memenuhi standar grade A, berarti lokasi yang dipilih memang sangat tepat untuk terus dikembangkan," ujar Saleh Asnawi.


Menurut Bupati, keberhasilan awal tersebut harus menjadi momentum untuk memperluas areal tanam sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat, khususnya para petani di Kabupaten Tanggamus.


"Pemerintah Kabupaten Tanggamus siap mendukung pengembangan program ini dengan menyiapkan lahan sekitar 10 hingga 20 hektare. Tentu pengembangannya dilakukan secara bertahap dengan tetap menjaga kualitas hasil dan keberhasilan budidayanya," tegasnya.


Selain perluasan lahan, Bupati juga menekankan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari hasil produksi, tetapi juga harus diikuti dengan kepastian pemasaran agar memberikan keuntungan yang nyata bagi petani.


"Yang harus dipastikan adalah pasar hasil panennya. Petani akan semakin bersemangat menanam apabila mereka mengetahui ke mana hasil panennya dijual dan memiliki kepastian nilai ekonominya. Hal ini menjadi perhatian bersama agar program dapat berjalan secara berkelanjutan," katanya.


Bupati menilai sinergi antara Polri, pemerintah daerah, instansi teknis, dan kelompok tani menjadi kunci keberhasilan pengembangan bawang putih sebagai salah satu komoditas unggulan daerah. Ia berharap kolaborasi tersebut terus diperkuat sehingga Tanggamus mampu menjadi salah satu sentra produksi bawang putih berkualitas di Provinsi Lampung sekaligus berkontribusi terhadap program ketahanan pangan nasional.


Audiensi tersebut turut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Tanggamus Hendra Wijaya, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Suhartono, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Rahmat Hidayat, Kabag Ekonomi dan Pembangunan Evi Silvia, jajaran organisasi perangkat daerah, para pejabat utama Polres Tanggamus, serta sejumlah kapolsek.


Melalui sinergi yang terus diperkuat antara Pemerintah Kabupaten Tanggamus dan Polres Tanggamus, pengembangan budidaya bawang putih diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan bawang putih dari luar daerah.(ady)