Advertisement
Jakarta (Pikiran Lampung) – Timnas Argentina menunjukkan mental juara saat menyingkirkan Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Sempat tertinggal dua gol hingga memasuki 15 menit akhir pertandingan, Albiceleste bangkit secara dramatis dan membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2 untuk memastikan tiket ke perempat final.
Bertanding di Atlanta Stadium, Selasa (7/7) malam WIB, skuad asuhan Lionel Scaloni tampil dominan dalam penguasaan bola sejak menit awal. Namun rapatnya pertahanan Mesir membuat Lionel Messi dan rekan-rekannya kesulitan menciptakan peluang bersih.
Mesir justru mampu memanfaatkan kesempatan pertama mereka menjadi gol. Pada menit ke-15, Yasser Ibrahim menyundul umpan silang Marwan Attia dan mengalahkan Lisandro Martinez dalam duel udara sebelum menaklukkan kiper Argentina untuk membawa Mesir unggul 1-0.
Argentina memperoleh peluang emas menyamakan kedudukan empat menit kemudian setelah Nicola Tagliafico dijatuhkan Haissem Hassan di kotak penalti. Messi yang dipercaya sebagai eksekutor gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya ke sisi kanan berhasil ditepis kiper Mostafa Shobeir.
Kegagalan penalti tersebut tidak mengendurkan serangan Argentina. Alexis Mac Allister nyaris mencetak gol lewat sundulan, tetapi kembali digagalkan penyelamatan gemilang Shobeir. Messi juga hampir mencetak gol melalui tendangan bebas yang hanya membentur tiang gawang, sementara sontekan Julian Alvarez dari jarak dekat kembali dimentahkan penjaga gawang Mesir.
Meski terus menggempur sepanjang babak pertama, Argentina tetap gagal menembus pertahanan lawan dan harus memasuki ruang ganti dengan ketertinggalan 0-1.
Selepas jeda, Argentina kembali mengambil alih kendali permainan. Namun kokohnya lini belakang Mesir membuat Albiceleste frustrasi. Mesir bahkan sempat mencetak gol melalui Mostafa Zico pada menit ke-58, tetapi wasit Francois Letexier membatalkannya setelah tinjauan VAR menunjukkan adanya pelanggaran terhadap Lisandro Martinez dalam proses gol.
Gol kedua Mesir akhirnya benar-benar lahir pada menit ke-67. Serangan balik cepat yang diprakarsai Mohamed Salah diakhiri umpan tarik Haissem Hassan kepada Mostafa Zico yang dengan tenang menaklukkan kiper Argentina. Skor berubah menjadi 2-0 dan membuat Argentina berada di ambang eliminasi.
Situasi itu memicu respons cepat dari Scaloni yang melakukan sejumlah pergantian pemain. Hasilnya mulai terlihat pada menit ke-79 ketika Cristian Romero menyundul umpan silang Messi untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2.
Empat menit kemudian, Messi akhirnya menebus kegagalan penaltinya. Memanfaatkan kemelut di depan gawang setelah menerima sodoran Gonzalo Montiel, kapten Argentina melepaskan tembakan yang sempat membentur mistar sebelum memantul melewati garis gawang. Skor kembali imbang 2-2.
Momentum sepenuhnya berbalik ke kubu Argentina. Terus menekan hingga masa tambahan waktu, Albiceleste akhirnya mencetak gol kemenangan lewat Enzo Fernandez. Gelandang tersebut menanduk umpan silang Lautaro Martinez saat melancarkan serangan balik cepat dan membawa Argentina unggul 3-2.
Gol penentu kemenangan itu sempat memicu protes keras kubu Mesir yang menilai terjadi pelanggaran terhadap Mohamed Salah dalam proses serangan. Wasit bahkan mengeluarkan kartu merah kepada salah seorang staf Mesir yang memasuki lapangan untuk memprotes keputusan tersebut.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 3-2 tetap bertahan. Argentina sukses melakukan comeback spektakuler untuk melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026, sementara perjuangan Mesir harus berakhir di babak 16 besar.