Advertisement
Pesawaran (Pikiran Lampung) - Pembangunan dermaga sandar untuk kapal induk pertama Indonesia di kawasan Teluk Ratai, Kabupaten Pesawaran, Lampung, telah mencapai sekitar 80 persen. Dermaga tersebut dipersiapkan sebagai lokasi sandar kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi (C-551) yang akan memperkuat armada TNI Angkatan Laut.
Komandan Brigif 4 Marinir/Beruang Sakti, Kolonel Marinir Kanang Budi Raharjo, mengatakan pembangunan fasilitas pendukung terus dipercepat agar seluruh infrastruktur siap digunakan pada September 2026.
"Saat ini progres pembangunan sudah sekitar 80 persen. Targetnya seluruh fasilitas rampung pada akhir Agustus sehingga siap menyambut kedatangan kapal," kata Kanang di Mako Brigif 4 Marinir/BS, Pesawaran, Selasa, 21 Juli 2026.
Menurut Kanang, dermaga tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan operasional kapal induk beserta unsur pendukungnya. Fasilitas yang dibangun meliputi struktur tambat kapal, pemasangan tiang pancang, jaringan listrik, air bersih, dan sarana pendukung lainnya.
Ia menjelaskan panjang dermaga akan mencapai sekitar 600 meter sehingga mampu menampung kapal induk beserta kapal-kapal pendukung dalam satu gugus tugas.
"Kapal induk tidak bisa berdiri sendiri. Nantinya juga akan ada kapal eskorta, kapal penyapu ranjau, hingga kapal cepat yang mendukung operasionalnya," ujar dia.
Selain pembangunan infrastruktur, sekitar 100 personel asing dijadwalkan berada di Lampung untuk mendampingi proses transfer of technology (ToT) serta pelatihan sistem komando dan pengendalian bagi personel TNI AL.
Secara operasional, dermaga sandar tersebut akan berada di bawah Komando Armada I, sedangkan pengendalian penuh berada di bawah TNI Angkatan Laut.
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi merupakan kapal induk ringan milik Angkatan Laut Italia yang memiliki panjang sekitar 180,2 meter, lebar 33,4 meter, bobot penuh sekitar 14.150 ton, dan mampu melaju hingga 30 knot. Kapal ini dirancang mengoperasikan pesawat tempur lepas landas pendek dan mendarat vertikal (STOVL) serta berbagai jenis helikopter untuk mendukung operasi maritim.
Kanang berharap keberadaan dermaga sandar kapal induk tersebut tidak hanya memperkuat sistem pertahanan nasional, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Lampung melalui meningkatnya aktivitas personel dan operasional di kawasan Teluk Ratai.(imam Setiawan)