Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Lampung menunjukkan dukungannya terhadap salah satu program Pemerintah Provinsi Lampung, Kamis Beradat, dengan menampilkan Tari Sigeh Pengunten dalam rangkaian kegiatan Pelantikan dan Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa tingkat Provinsi serta Kabupaten/Kota. Kegiatan tersebut berlangsung di Yunna Hotel Lampung, Kamis (16/7/2026).
Penampilan Tari Sigeh Pengunten menjadi simbol penghormatan dan penyambutan kepada para tamu undangan yang hadir. Tarian tradisional khas Lampung ini merupakan warisan budaya yang lahir dari perpaduan dua sub-etnis utama di Lampung, yakni Pepadun dan Saibatin.
Dalam penampilannya, para penari mengenakan siger atau mahkota emas khas Lampung serta balutan kain Tapis sebagai identitas budaya daerah. Prosesi penyambutan ditutup dengan persembahan sekapur sirih kepada tamu kehormatan sebagai lambang penghormatan, keramahan, dan persaudaraan masyarakat Lampung.
Penampilan Tari Sigeh Pengunten sejalan dengan semangat Program Kamis Beradat yang digagas Pemerintah Provinsi Lampung untuk melestarikan adat, budaya, serta memperkuat identitas daerah dalam berbagai aktivitas pemerintahan dan kemasyarakatan.
Sementara itu, kegiatan Pelantikan dan Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa merupakan bagian dari kolaborasi antara Kejaksaan Agung Republik Indonesia dan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI). Program ini bertujuan memberikan pendampingan, pengawalan, serta literasi hukum kepada aparat desa dalam mengelola dana desa dan aset desa secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Melalui program Jaksa Garda Desa (Jaga Desa), Kejaksaan hadir tidak hanya sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra dan konsultan bagi pemerintah desa. Pendekatan preventif tersebut diharapkan mampu mencegah terjadinya penyimpangan dalam tata kelola keuangan desa sekaligus meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam menjalankan pemerintahan yang bersih dan profesional.
Dengan memadukan pelestarian budaya lokal melalui Program Kamis Beradat dan penguatan tata kelola pemerintahan desa melalui Program Jaga Desa, kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara pelestarian nilai-nilai budaya dan upaya mewujudkan pemerintahan desa yang transparan, berintegritas, serta berorientasi pada pelayanan masyarakat.(Rahmadi)

