Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Pemerintah Kota Bandar Lampung menggelar Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya di kawasan Tugu Adipura, Minggu (19/7), sebagai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-344 Kota Bandar Lampung.
Sebanyak 82 kendaraan hias dari organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, BUMN, instansi vertikal, Forkopimda, kecamatan, sekolah, perguruan tinggi, hingga berbagai organisasi masyarakat memeriahkan pawai dengan menampilkan program unggulan serta dekorasi bertema budaya khas Lampung. Sementara itu, parade budaya diikuti 538 peserta yang menampilkan beragam kesenian dan budaya Nusantara, mulai dari Muli Mekhanai, Saibatin Marga Teluk Betung, hingga budaya Jawa, Sunda, Dayak, Tionghoa, Minangkabau, dan berbagai etnis lainnya.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya menjadi momentum untuk melestarikan budaya sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Lampung kepada generasi muda maupun wisatawan.
"Festival Kendaraan Hias dan Pawai Budaya ini merupakan salah satu warisan budaya yang sangat berharga. Kegiatan ini menggambarkan keunikan dan kekayaan budaya Lampung yang harus terus kita lestarikan," ujar Eva, Minggu (19/07/2026).
Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap budaya daerah.
"Harapan kami, melalui kegiatan ini masyarakat semakin memahami dan mencintai budaya Lampung, sehingga warisan budaya daerah tetap terjaga dan dikenal lebih luas," katanya.
Eva juga mengapresiasi seluruh peserta yang telah berpartisipasi serta mengajak seluruh pihak menjunjung tinggi sportivitas selama festival berlangsung.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Bandar Lampung Adiansyah mengatakan, Festival Begawi Bandar Lampung yang digelar setiap tahun bertujuan melestarikan budaya daerah sekaligus memperkenalkan hasil-hasil pembangunan Pemerintah Kota kepada masyarakat. Menurutnya, kegiatan ini diharapkan menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.(Ria wahyuni)



