lisensi

Minggu, 26 Juli 2026, Juli 26, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-26T12:38:05Z
Basarnas :LampungDaerahKorban Kecelakaan di Sungai batanghari Lamtim

Kecelakaan Sepeda Motor, Korban Tenggelam di Irigasi Batanghari Lamtim Belum Ditemukan

Advertisement



Lampung Timur (Pikiran Lampung)– Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap seorang pemuda yang diduga tenggelam setelah sepeda motor yang dikendarainya mengalami kecelakaan dan masuk ke saluran Irigasi Batanghari, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, Sabtu (25/7) malam.


Korban diketahui bernama Andre Saputra (20), warga Desa Enggal Mulyo, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran.


Berdasarkan informasi yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Lampung, peristiwa terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu korban bersama rombongannya dalam perjalanan pulang menuju Kota Metro dari arah Sekampung. Diduga karena tidak menyadari adanya tikungan, korban kehilangan kendali sehingga korban dan sepeda motor yang dikendarainya terjatuh ke saluran irigasi yang memiliki arus deras.


Laporan kejadian diterima Basarnas Lampung dari Polsek Batanghari pada pukul 23.46 WIB. Menindaklanjuti laporan tersebut, satu tim rescue segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian dan tiba sekitar pukul 01.15 WIB untuk bergabung dengan unsur SAR lainnya.


Setibanya di lokasi, Tim SAR Gabungan langsung melakukan briefing dan memulai pencarian dengan menyisir area sekitar lokasi kejadian. Namun hingga pukul 03.25 WIB, upaya pencarian belum membuahkan hasil sehingga operasi dihentikan sementara dan dilanjutkan kembali pada Minggu (26/7) pagi.


Memasuki hari kedua operasi pencarian, Tim SAR Gabungan kembali melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian hingga radius sekitar satu kilometer ke arah pintu air. Setelah pencarian pada sesi pagi belum membuahkan hasil, operasi kembali dilanjutkan pada siang hari dengan membagi personel ke dalam dua Search and Rescue Unit (SRU).


SRU I melakukan pencarian menggunakan perahu karet menyusuri aliran irigasi sejauh kurang lebih 7,2 kilometer. Sementara SRU II melaksanakan penyisiran darat di sepanjang bantaran irigasi sejauh sekitar 4 kilometer.


Kepala Kantor Basarnas Lampung yang diwakili Dantim Rescuer Dedi Pranata di lokasi mengatakan, pencarian dilakukan secara maksimal dengan mempertimbangkan karakteristik lokasi serta potensi pergerakan korban yang dipengaruhi arus air.


"Sejak menerima laporan, kami langsung mengerahkan personel dan peralatan menuju lokasi. Hari ini pencarian dilakukan dengan membagi tim menjadi dua SRU agar area pencarian dapat dijangkau lebih luas. Hingga sore hari korban masih belum ditemukan dan operasi akan kembali dilanjutkan esok pagi sesuai rencana operasi," ujarnya.


Ia menambahkan, salah satu kendala yang dihadapi tim di lapangan adalah arus saluran irigasi yang cukup deras sehingga memerlukan kehati-hatian dalam pelaksanaan pencarian.


Operasi SAR melibatkan personel dari Basarnas Lampung, Polsek Batanghari, Kodim Batanghari, Koramil Batanghari, BPBD Kabupaten Lampung Timur, BPBD Kota Metro, Tagana, keluarga korban, serta masyarakat setempat.


Hingga Minggu (26/7) pukul 17.00 WIB, korban belum berhasil ditemukan. Tim SAR Gabungan menghentikan sementara operasi pencarian dan akan melanjutkan kembali pada Senin (27/7) pukul 07.00 WIB sesuai Rencana Operasi Hari Ketiga. (Fauzi)