lisensi

Kamis, 09 Juli 2026, Juli 09, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-10T00:52:01Z
Udara Lebih Dingin Akibat Fenomena Bediding

Kenali Fenomena Bediding, Suhu di Jawa dan Lampung Lebih Dingin Hingga Bulan Agustus

Advertisement

 


Foto ilustrasi. Ist 


Jakarta (Pikiran Lampung)- Saat ini pada pagi hari, udara di sebagian wilayah Provinsi Lampung terasa lebih dingin.


Bahkan di beberapa daerah, warga merasa sangat menggigil. Seperti daerah Lampung Barat, Way Kanan dan sebagian Lampung Selatan serta Bandarlampung. Hal ini diakibatkan oleh adanya fenomena suhu dingin yang basa disebut Bediding. 


Bediding adalah fenomena alam saat suhu udara terasa jauh lebih dingin dari biasanya, terutama pada malam hingga pagi hari di musim kemarau.


 Suhu ekstrem ini dipicu oleh langit yang cerah tanpa awan dan pergerakan angin Monsun Australia yang membawa massa udara dingin serta kering dari arah selatan.

 


Fenomena ini merupakan siklus tahunan yang sangat lumrah terjadi di Indonesia dan biasanya mencapai puncaknya pada periode Juli hingga September. Penurunan suhu ini lebih terasa di wilayah dataran tinggi atau pegunungan. 


Di Pulau Jawa, suhu juga terasa lebih dingin dalam beberapa waktu belakangan ini. Bahkan, fenomena ini menjadi perbincangan hangat di media sosial

 

Fenomena bediding mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah di Pulau Jawa, dari Jawa Timur, Jawa Tengah, hingga Yogyakarta. 

 

Memasuki musim kemarau, suhu udara pada malam hingga pagi hari terasa jauh lebih dingin dari biasanya. 


Menurut pengamatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suhu minimum di beberapa wilayah bahkan telah merosot hingga di bawah 10 derajat celsius.

 

Fenomena bediding adalah kondisi saat suhu udara terasa jauh lebih dingin, terutama pada waktu malam menjelang pagi hari.

 

 Fenomena ini umum terjadi semasa musim kemarau, khususnya pada periode Juli hingga September. Puncak fenomena bediding diperkirakan akan berlangsung pada bulan Agustus 2026.

 

Menurut BMKG, penurunan suhu ini dipicu oleh menguatnya angin Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan dingin menuju wilayah Indonesia. 

 

 Aliran udara dingin ini semakin diperkuat oleh keberadaan badai tropis di wilayah utara Indonesia sehingga menyebabkan kelembapan udara menurun drastis dan frekuensi hujan berkurang.

 

Menghadapi fenomena bediding ini, BMKG mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kondisi kesehatan tubuh.

 

 Warga yang sering beraktivitas pada malam hari atau pagi buta disarankan untuk menggunakan pakaian hangat atau jaket tebal.  Selain itu, masyarakat juga diharapkan tetap memantau pembaruan informasi cuaca resmi secara berkala dari BMKG. (**)