lisensi

Jumat, 03 Juli 2026, Juli 03, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-04T01:12:54Z
Ketua DPRD Lampung Ahmad Giri Akbar

Ketua DPRD Lampung Hadiri Pelantikan MW KAHMI dan FORHATI, Perkuat Sinergi untuk Pembangunan Daerah

Advertisement



Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, S.E., M.B.A., menghadiri pelantikan Pengurus Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) dan Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Provinsi Lampung masa bakti 2026–2031 di Mahan Agung, Bandar Lampung, Kamis (2/7/2026).


Prosesi pelantikan berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah tokoh penting daerah. Hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal beserta Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan para tamu undangan lainnya, baik secara langsung maupun melalui perwakilan.


Pelantikan pengurus baru MW KAHMI dan FORHATI Provinsi Lampung ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran organisasi alumni Himpunan Mahasiswa Islam dalam mendukung pembangunan daerah. Kepengurusan periode 2026–2031 diharapkan mampu membangun kolaborasi yang lebih erat dengan pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan.


Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar menyambut baik terbentuknya kepengurusan baru tersebut. Menurutnya, KAHMI dan FORHATI memiliki sumber daya manusia yang mumpuni dan dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Provinsi Lampung, baik melalui pemikiran, pengabdian, maupun kerja sama lintas sektor.


Selain menjadi wadah silaturahmi para alumni HMI, MW KAHMI dan FORHATI diharapkan terus berperan aktif dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat nilai-nilai kebangsaan, serta mendukung berbagai program strategis pemerintah daerah menuju pembangunan yang berkelanjutan.


Kehadiran Ketua DPRD Lampung bersama jajaran Forkopimda dalam kegiatan tersebut juga mencerminkan komitmen pemerintah daerah untuk terus membangun sinergi dengan organisasi kemasyarakatan. Kolaborasi tersebut dinilai menjadi salah satu kunci dalam mendorong terciptanya pembangunan yang inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Lampung.(kesya)