lisensi

Kamis, 16 Juli 2026, Juli 16, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-16T13:02:33Z
Pokja Jaga Desa LampungSekdaprov Lampung Marindo Kurniawan

Sekdaprov Marindo Harapkan Pokja Newsroom Jaga Desa Dukung Hilirisasi dan Penguatan Ekonomi Desa

Advertisement



Bandar Lampung (Pikiran Lampung/SMSI) – Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan berharap Pokja Newsroom Jaga Desa mampu menjadi jembatan sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung dan insan media dalam mendukung program penguatan ekonomi desa serta hilirisasi komoditas unggulan yang tengah digencarkan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.


Harapan tersebut disampaikan melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Kominfotik) Provinsi Lampung, Ganjar Jationo, saat menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa tingkat Provinsi Lampung serta Kabupaten/Kota di Yunna Hotel Lampung, Kamis (16/7/2026).




Dalam kesempatan itu, Ganjar menyampaikan apresiasi Pemerintah Provinsi Lampung atas terbentuknya Pokja Newsroom Jaga Desa. Menurutnya, keberadaan pokja akan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah, Kejaksaan, dan media dalam mengawal pembangunan desa agar berjalan lebih transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.


"Kami berharap Pokja Newsroom Jaga Desa mampu menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung program Gubernur yang saat ini fokus menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi melalui swasembada pangan. Sinergi pemerintah, Kejaksaan, dan media menjadi modal penting agar pembangunan desa berjalan lebih transparan dan tepat sasaran," kata Ganjar.


Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi Lampung saat ini terus mendorong hilirisasi desa melalui Program Desaku Maju. Program tersebut antara lain diwujudkan melalui pengembangan Pupuk Hayati Cair (PHC) atau Pupuk Organik Cair (POC) yang dibagikan secara gratis kepada petani sebagai bagian dari modernisasi sektor pertanian dari hulu hingga hilir.




Selain itu, Pemprov Lampung juga memperkuat pengolahan komoditas unggulan seperti gabah, singkong, karet, dan kopi agar nilai tambah ekonomi dapat dinikmati langsung oleh masyarakat desa. Berbagai dukungan juga diberikan, mulai dari penyediaan mesin pengering (dryer), pengembangan fasilitas penggilingan padi, hingga penerapan teknologi pertanian modern seperti penggunaan drone untuk penyemprotan pupuk secara lebih efisien.


"Dengan penguatan ekonomi desa dan tata kelola pemerintahan yang baik, kami optimistis kesejahteraan petani dan masyarakat desa akan terus meningkat. Karena itu kami menyambut baik kehadiran Pokja Newsroom Jaga Desa sebagai bagian dari pengawasan partisipatif," ujarnya.


Pelantikan dan Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa tingkat Provinsi Lampung serta Kabupaten/Kota digelar oleh Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) sebagai bagian dari kolaborasi dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia.




Program Pokja Newsroom Jaga Desa bertujuan memberikan pendampingan, pengawalan, serta literasi hukum kepada aparatur desa dalam mengelola dana desa dan aset desa sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Program tersebut merupakan implementasi Jaksa Garda Desa (Jaga Desa) yang diinisiasi Kejaksaan Agung RI sebagai upaya preventif untuk mencegah penyimpangan dalam pengelolaan pemerintahan desa.


Melalui kolaborasi antara Kejaksaan Agung dan SMSI, Pokja Newsroom Jaga Desa diharapkan mampu menjadi wadah komunikasi, edukasi, dan pengawasan partisipatif sehingga pembangunan desa dapat berlangsung secara transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.(Ria Wahyuni)