Advertisement
Lampung Utara (Pikiran Lampung)- Hari pertama sekolah menjadi momen yang membekas bagi setiap anak. Kesan yang mereka rasakan saat pertama kali memasuki lingkungan baru akan memengaruhi rasa percaya diri, semangat belajar, hingga kemampuan beradaptasi.
Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara menghadirkan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026 agar setiap murid baru memperoleh pengalaman yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan sejak hari pertama di sekolah.
MPLS SMPN 7 Kotabumi dibuka oleh Bupati Lampung Utara diwakili Asisten I bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Mat Soleh, di dampingi Kepala Dinas Pendidikan Sukatno, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Syahrir Ependi, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Opi Riyansyah, dan Kepala Sekolah SMPN 7 Kotabumi, Septinawati.
Mat Soleh menegaskan bahwa MPLS harus menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi setiap murid sehingga sekolah benar-benar menjadi rumah kedua yang aman dan nyaman bagi anak.
"Seluruh pelaksanaan MPLS berlandaskan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman, sehingga setiap murid dapat mengenal lingkungan sekolah dalam suasana yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembangnya," ujarnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Utara, Sukatno mengatakan Pemerintah Kabupaten Lampung Utara akan menjalankan program pembagian seragam sekolah gratis sebagai salah satu program unggulan Bupati Hamartoni Ahadis. Bantuan ini disalurkan untuk siswa SMP.
Selain seragam gratis, pemerintah setempat terus berkomitmen menjalankan program bantuan pendidikan dan beasiswa bagi pelajar yang berprestasi.
Di hari pertama MPLS Sukatno mengajak para orang tua memperkuat kolaborasi dengan sekolah dalam mengawasi dan mendampingi tumbuh kembang anak guna menciptakan generasi yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Ia mengatakan keberhasilan pendidikan tidak dapat dibebankan sepenuhnya kepada satuan pendidikan dan pemerintah, melainkan orang tua juga memiliki peran yang sama penting karena pendidikan anak berlangsung tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di lingkungan keluarga.
"Komunikasi yang terbuka serta pengawasan yang dilakukan secara bersama akan memudahkan orang tua dan guru memantau perkembangan anak, mengenali potensi maupun kesulitan yang dihadapi, serta mengambil langkah yang tepat sejak dini" kata Sukatno.
"Kepada para orang tua, saya mengajak untuk terus membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pihak sekolah, karena keberhasilan pendidikan anak hanya dapat tercapai melalui kerja sama yang harmonis antara keluarga, sekolah, dan masyarakat," ucapnya
Menurutnya pendidikan Dasar dan Menengah merupakan fase penting dalam membentuk karakter, kecerdasan, kemampuan sosial, dan kreativitas anak. Pada masa itu, nilai disiplin, kejujuran, tanggung jawab, rasa ingin tahu, serta semangat belajar perlu ditanamkan sebagai bekal memasuki jenjang pendidikan berikutnya.(Bams)
