Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Stand Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandar Lampung menjadi salah satu yang paling ramai dikunjungi masyarakat dalam gelaran Bandar Lampung Expo 2026 yang berlangsung pada 17–24 Juli 2026 di Gedung Graha Mandala Alam, Jalan Pagar Alam, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung.
Sejak dibuka, masyarakat dari berbagai kalangan memanfaatkan beragam layanan kesehatan gratis yang disediakan. Mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, cek tekanan darah, pemeriksaan kadar gula darah bagi penderita diabetes melitus, konsultasi kesehatan melalui program Ngobrol Sehat, hingga Pojok Cantik yang memberikan edukasi mengenai perawatan kesehatan kulit dan kecantikan.
Selain layanan pemeriksaan kesehatan, stand Dinkes juga menghadirkan berbagai materi edukasi mengenai program prioritas pemerintah di bidang pencegahan dan pengendalian penyakit. Petugas kesehatan memberikan penjelasan secara langsung kepada pengunjung agar masyarakat semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan serta melakukan deteksi dini terhadap berbagai penyakit.
Salah satu petugas yang berjaga di stand mengatakan, antusiasme masyarakat cukup tinggi setiap harinya. Banyak pengunjung yang datang tidak hanya untuk memeriksa kondisi kesehatan, tetapi juga berkonsultasi mengenai pola hidup sehat dan cara mencegah berbagai penyakit.
"Kami menyediakan pemeriksaan kesehatan secara gratis, mulai dari cek tekanan darah, pemeriksaan gula darah bagi penderita diabetes, hingga konsultasi kesehatan. Masyarakat juga bisa bertanya langsung mengenai berbagai penyakit dan cara pencegahannya. Harapannya, pengunjung semakin peduli terhadap kesehatan diri dan keluarganya," ujarnya, sabtu (18/07/2026) malam.
Dalam kesempatan tersebut, Dinkes Kota Bandar Lampung juga mengampanyekan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) melalui slogan "Temukan, Obati, Sampai Sembuh". Melalui program ini, masyarakat diajak untuk segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala TBC, menjalani pengobatan hingga tuntas, serta ikut memutus rantai penularan penyakit.
Edukasi lain yang menjadi perhatian adalah pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. Pengunjung diberikan pemahaman mengenai pentingnya menguras tempat penampungan air, menutup wadah penyimpanan air, mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, serta melakukan langkah-langkah pencegahan lainnya.
Stand Dinkes juga menyosialisasikan upaya pencegahan HIV/AIDS melalui pendekatan ABCDE, yakni Abstinence (menghindari hubungan seksual berisiko), Be Faithful (setia pada satu pasangan), Condom (penggunaan kondom sebagai salah satu upaya pencegahan), Drugs (menghindari penyalahgunaan narkoba, terutama penggunaan jarum suntik secara bergantian), serta Education (meningkatkan pengetahuan dan edukasi tentang HIV/AIDS).
Tidak hanya penyakit menular, Dinkes juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya pencegahan penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes melitus. Pengunjung diajak rutin memeriksa tekanan darah, menjaga pola makan bergizi seimbang, memperbanyak aktivitas fisik, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk mencegah komplikasi yang lebih serius.
Melalui keikutsertaannya dalam Bandar Lampung Expo 2026, Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga kesehatan tidak hanya dilakukan saat sakit, tetapi harus dimulai dengan menerapkan pola hidup sehat, melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, serta memanfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan pemerintah.(rahmadi)