lisensi

Minggu, 05 Juli 2026, Juli 05, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-06T05:12:58Z
HukumNasionalTiga Anggota Polri Gugur Saat Gerebek Bandar Narkoba

Tiga Anggota Polri Gugur saat Gerebek Bandar Narkoba, Tim Gabungan Masih Buru Pelaku

Advertisement



Kalimantan Tengah (Pikiran Lampung) – Operasi penggerebekan jaringan peredaran narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, berujung duka. Tiga anggota Polri gugur setelah diserang oleh bandar narkoba bersama komplotannya saat menjalankan tugas pada Rabu (1/7/26) sekitar pukul 01.00 WIB.


Peristiwa bermula ketika 12 personel Satresnarkoba Polres Katingan yang dipimpin AKP Affan Effendi melakukan penyelidikan terkait dugaan peredaran sabu di wilayah tersebut. Dalam pelaksanaannya, personel dibagi menjadi dua tim. Tim pertama bergerak menuju rumah target operasi, sedangkan tim kedua bersiaga di sekitar sebuah SMP untuk memberikan dukungan pengamanan.


Setelah target operasi berhasil diamankan, situasi mendadak berubah. Seorang pria tiba-tiba menyerang petugas menggunakan parang, namun berhasil dilumpuhkan. Tidak lama berselang, dua pria lainnya muncul dan langsung menyerang AKP Affan. Kondisi semakin memanas setelah keluarga pelaku diduga memprovokasi warga sehingga terjadi penyerangan terhadap anggota kepolisian.


Akibat insiden tersebut, Aiptu Anumerta Yudhi gugur di lokasi kejadian. Sementara itu, Bripda Nopandri dan Aiptu Sumaryanto sempat dinyatakan hilang usai penyerangan.


Menanggapi kejadian tersebut, Polda Kalimantan Tengah langsung melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang melarikan diri sekaligus melakukan pencarian terhadap dua personel yang belum ditemukan.


"Benar informasi tersebut dan kami masih melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Kalimantan Tengah, Kombes Slamet Ady, saat dikonfirmasi pada Kamis (2/7/26).


Slamet mengatakan pihaknya juga terus berupaya menemukan keberadaan dua anggota yang hilang pascainsiden. "Nopan (Bripda Nopandri) dan Sumaryanto (Aiptu Sumaryanto)," ujarnya.


Dalam proses pencarian selanjutnya, Bripda Nopandri ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.


Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menyampaikan duka cita atas gugurnya personel tersebut.


"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Bripda Nopandri. Almarhum gugur saat menjalankan tugas. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan," ujar Eko dalam keterangannya pada Sabtu (4/7/26).


Pencarian terhadap anggota terakhir yang hilang akhirnya membuahkan hasil. Pada Minggu (5/7/26), tim gabungan menemukan jasad Aiptu Sumaryanto di aliran Sungai Desa Tumbang Kalemei.


"Telah ditemukannya satu jenazah atas nama Aiptu Sumaryanto," ujar Brigjen Eko Hadi Santoso dalam keterangan tertulis.


Jasad Aiptu Sumaryanto ditemukan setelah tim gabungan yang terdiri dari personel Polda Kalimantan Tengah, Kodim 1019/Katingan, Basarnas, dan masyarakat melakukan penyisiran sejak pukul 06.00 WIB menggunakan tiga perahu karet dan delapan kapal ces kecil. Korban berhasil ditemukan sekitar pukul 09.30 WIB.


"Jenazah dikirimkan dengan ambulans ke RS Bhayangkara Palangka Raya," tutup Eko


Eko menegaskan, pengungkapan kasus penyerangan terhadap anggota Polri tersebut menjadi perhatian utama. Tim gabungan hingga kini masih memburu seluruh pihak yang diduga terlibat.


"Tim masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang diduga terlibat. Kami tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegasnya.


Bareskrim Polri juga terus berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan untuk mengusut tuntas perkara tersebut. Kepolisian turut mengimbau masyarakat agar memberikan informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.


"Kami mengimbau masyarakat untuk mendukung proses penegakan hukum dengan memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti," kata Eko.(*)