Advertisement
Jakarta (Pikiran Lampung) – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari resmi menghentikan operasi pencarian terhadap presenter TVRI Papua Barat, Yanto Idorway setelah upaya pencarian selama tujuh hari tidak membuahkan hasil. Keputusan tersebut diambil usai evaluasi bersama seluruh unsur Tim SAR gabungan, potensi SAR, serta keluarga korban pada Jumat (26/7/2026) pukul 18.15 WIT.
Kepala Kantor Basarnas Manokwari, Yefri Sabaruddin, mengatakan penghentian operasi dilakukan sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) setelah seluruh tahapan pencarian telah dilaksanakan secara maksimal.
"Sesuai standar operasional prosedur, pencarian telah dilaksanakan selama tujuh hari, namun tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban," ujar Yefri.
Sebelum operasi resmi ditutup, Tim SAR gabungan masih melakukan penyisiran terakhir pada hari ketujuh. Pencarian dimulai sekitar pukul 07.30 WIT dengan menyisir sejumlah lokasi yang diperkirakan berpotensi menjadi titik keberadaan korban.
Tim memfokuskan pencarian pada celah-celah bebatuan di sekitar lokasi kejadian, menyusuri aliran sungai sepanjang kurang lebih 1,6 kilometer, serta melakukan pemantauan dari udara menggunakan drone thermal dengan radius pencarian sekitar 1 hingga 2 kilometer.
Selain penyisiran di lapangan, Basarnas juga memperluas upaya pencarian melalui penyebaran informasi kepada masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai. Langkah tersebut dilakukan melalui koordinasi bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas setempat.
"Hingga pukul 17.50 WIT, seluruh area yang menjadi fokus pencarian sudah diperiksa, namun korban belum berhasil ditemukan," kata Yefri.
Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, di antaranya personel Kantor SAR Manokwari, Tim K9 Polda Papua Barat, Polres Pegunungan Arfak, Kodim Pegunungan Arfak, keluarga korban, personel TVRI, serta masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaannya, tim didukung berbagai peralatan, seperti rescue car, kendaraan operasional TNI-Polri, ambulans, drone thermal, sepeda motor trail, perangkat komunikasi, perlengkapan SAR air, peralatan mountaineering, hingga perlengkapan evakuasi.
Selama proses pencarian, tim menghadapi sejumlah tantangan berat berupa cuaca yang berubah-ubah, kabut tebal di jalur menuju lokasi, suhu dingin, arus sungai yang deras, serta medan berbatu yang besar dan licin. Kondisi tersebut mengharuskan seluruh personel bekerja dengan tingkat kewaspadaan tinggi demi menjaga keselamatan selama operasi berlangsung.
"Sehingga membutuhkan kewaspadaan tinggi dalam setiap tahapan pencarian. Terima kasih atas dukungan dari semua unsur SAR, instansi yang terlibat, masyarakat, dan keluarga korban yang turut terlibat dalam operasi selama tujuh hari," ujar Yefri.
Meski operasi SAR resmi dihentikan, Basarnas Manokwari tetap mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila menemukan informasi maupun tanda-tanda yang berkaitan dengan keberadaan Yanto Idorway. Basarnas juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang telah berpartisipasi dan memberikan dukungan sejak awal proses pencarian.(*)