lisensi

Senin, 27 Juli 2026, Juli 27, 2026 WIB
Last Updated 2026-07-27T14:33:17Z
PendidikanUIN Raden Intan Lampung

UIN Raden Intan Lampung dan BBPOM Bandar Lampung Jajaki Kerja Sama Pengembangan Mahasiswa

Advertisement



Bandar Lampung (Pikiran Lampung) – Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung (RIL) menjajaki kerja sama strategis dengan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandar Lampung melalui audiensi yang berlangsung di Ruang Rapat Wakil Rektor III, Gedung Academic & Research Center, Senin (27/7/2026).


Audiensi diterima Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN RIL, Bambang Budiwiranto, didampingi Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FST), kepala sejumlah unit, ketua program studi, serta Tim Humas dan Kerja Sama UIN RIL. Sementara itu, rombongan BBPOM dipimpin Kepala BBPOM Bandar Lampung, Bagus Heri Purnomo.


Pertemuan membahas peluang kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan kewirausahaan mahasiswa, khususnya pada sektor obat tradisional, kosmetik, dan pangan olahan yang memenuhi standar keamanan, mutu, serta regulasi.


Selain pendampingan regulasi bagi produk kewirausahaan mahasiswa, kedua institusi juga membahas peluang program magang, penelitian bersama, penguatan laboratorium, edukasi keamanan pangan, serta keterlibatan BBPOM dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN).


Wakil Rektor III UIN RIL, Bambang Budiwiranto, menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, Fakultas Sains dan Teknologi memiliki potensi besar mendukung program BBPOM, terutama melalui Program Studi Biologi dan Kimia yang memiliki keunggulan di bidang halal serta jejaring kerja sama internasional.


Ia berharap kerja sama yang dibangun tidak hanya berhenti pada penandatanganan nota kesepahaman, tetapi dapat diwujudkan dalam berbagai program nyata yang saling menguntungkan.


"Harapannya ada take and give yang muncul. Kerja sama ini jangan sampai menjadi sleeping MoU, tetapi benar-benar saling menguntungkan dan bersama-sama menyukseskan program kedua belah pihak," ujar Bambang.


Sementara itu, Kepala BBPOM Bandar Lampung, Bagus Heri Purnomo, menjelaskan bahwa pihaknya terus memperkuat kemitraan dengan perguruan tinggi sebagai bagian dari pelaksanaan tugas pengawasan obat dan makanan sekaligus pemberdayaan masyarakat.



Menurutnya, mahasiswa dapat dilibatkan sebagai agen edukasi keamanan pangan melalui program KKN, sementara kesempatan magang minimal dua bulan juga terbuka bagi mahasiswa UIN RIL. BBPOM juga siap mendampingi mahasiswa yang mengembangkan usaha pangan olahan, herbal, maupun kosmetik agar produknya memenuhi ketentuan regulasi hingga proses registrasi.


Dalam kesempatan tersebut, Bagus turut memperkenalkan Program SAPA Kampus Berdampak dan menegaskan kesiapan BBPOM menerima mahasiswa magang serta mengembangkan berbagai program kolaboratif.


Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN RIL, Sovia Mas Ayu, menyampaikan bahwa FST saat ini tengah mengembangkan Laboratorium Halal yang sedang dalam proses sertifikasi ISO. Ke depan, laboratorium tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai laboratorium pengujian sampel bagi BBPOM.


Selain itu, FST yang memiliki Program Studi Sistem Informasi, Biologi, Kimia, dan Sains Data siap mendukung berbagai bentuk kerja sama, termasuk menghadirkan praktisi BBPOM dalam kegiatan akademik.


Audiensi juga diisi berbagai usulan kolaborasi lain, seperti keterlibatan BBPOM dalam Program Prima Magang Kementerian Agama, penguatan inkubasi bisnis mahasiswa, hingga integrasi edukasi keamanan pangan dalam program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan Goes to School.


Melalui pertemuan tersebut, UIN Raden Intan Lampung dan BBPOM Bandar Lampung berharap dapat membangun kemitraan berkelanjutan untuk memperkuat pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta mencetak wirausaha muda yang menghasilkan produk aman, bermutu, dan sesuai regulasi.(ria wahyuni)