lisensi

Senin, 10 Agustus 2026, Agustus 10, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-11T00:52:28Z
IteraPendidikan

Dari Aceh Hingga Papua, ITERA Terima 5.832 Mahasiswa Baru Pada Tahun Akademik 2026/2027

Advertisement



Lampung Selatan (Pikiran Lampung) - Institut Teknologi Sumatera (ITERA) melaksanakan Sidang Terbuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) ITERA di kampus setempat, Senin (10/8/2026). Dalam kegiatan tersebut, ITERA menyampaikan capaian penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027, mulai dari jumlah mahasiswa yang diterima, sebaran daerah asal, hingga sejumlah capaian khusus mahasiswa baru.


Rektor ITERA Prof. Elfahmi dalam sambutannya mengatakan, jumlah dan sebaran mahasiswa baru yang diterima menunjukkan semakin luasnya pengakuan terhadap ITERA di kalangan lulusan sekolah menengah atas di Indonesia.


“Artinya adalah bahwasanya ITERA sudah mulai direkognisi oleh pelajar-pelajar SMA, lulusan-lulusan SMA di Indonesia,” ujarnya.


Salah satu mahasiswa baru bahkan datang dari Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan. Mahasiswa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota itu tercatat sebagai mahasiswa dengan asal daerah terjauh dalam PMB ITERA 2026.


“Sudah menjadi perguruan tinggi yang dikenal di seluruh Indonesia. Ini yang menjadi jargon kita, bahwasanya ITERA dari Sumatera untuk Indonesia,” kata Elfahmi.



Pada penerimaan mahasiswa baru tahun ini, ITERA menerima 5.832 mahasiswa baru melalui empat jalur, yakni Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), seleksi mandiri, serta Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik).


Jalur SNBT menjadi penyumbang mahasiswa baru terbanyak dengan 2.993 mahasiswa atau 51,32 persen. Berikutnya, jalur SNBP menerima 1.952 mahasiswa (33,47 persen), jalur mandiri sebanyak 880 mahasiswa (15,09 persen), dan jalur ADik sebanyak tujuh mahasiswa.


Tiga Jalur Utama Penerimaan


ITERA membuka penerimaan mahasiswa baru melalui tiga kelompok jalur utama, ditambah program afirmasi pendidikan tinggi.


Pada Seleksi Nasional, terdapat dua jalur, yakni SNBP dan SNBT. Sementara pada Seleksi Mandiri, ITERA menyediakan sejumlah skema, yaitu Konsorsium Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri Wilayah Barat (SMMPTN-Barat), Seleksi Mandiri Berdasarkan Nilai Rapor, Seleksi Mandiri Berdasarkan Nilai UTBK, Seleksi Mandiri Prestasi Khusus, serta Seleksi Afirmasi Putra/Putri Daerah Lampung.


Selain itu, penerimaan juga dilakukan melalui program Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik).


Untuk SNBP, proses pendaftaran berlangsung pada 3–18 Februari, pengumuman 31 Maret, dan daftar ulang 1–30 April. Sementara SNBT dibuka pada 25 Maret–7 April, dengan pengumuman 25 Mei dan daftar ulang pada 26 Mei–26 Juni.


Adapun jalur mandiri memiliki periode pendaftaran 4 Mei–23 Juli, dengan pengumuman pada 10 Juli dan 24 Juli, serta daftar ulang pada 11–26 Juli.


Mahasiswa Berasal dari Berbagai Daerah


Sebaran mahasiswa baru juga menunjukkan cakupan penerimaan ITERA yang semakin luas. Berdasarkan data yang disampaikan, 87 persen mahasiswa baru berasal dari wilayah Sumatera, sedangkan 13 persen lainnya berasal dari luar Sumatera.


Provinsi Lampung menjadi daerah asal mahasiswa terbanyak dengan 2.870 mahasiswa. Diikuti Sumatera Utara sebanyak 807 mahasiswa, Sumatera Selatan 645 mahasiswa, Jawa Barat 348 mahasiswa, dan Sumatera Barat 306 mahasiswa.


Selain itu, mahasiswa baru juga berasal dari sejumlah daerah lain seperti Banten, Riau, DKI Jakarta, Jambi, Bengkulu, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Aceh, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua, hingga Papua Selatan.


Untuk wilayah kabupaten/kota di Lampung, Bandar Lampung menjadi daerah dengan jumlah mahasiswa baru terbanyak, yakni 1.012 mahasiswa. Selanjutnya Lampung Selatan 358 mahasiswa, Lampung Tengah 261 mahasiswa, Lampung Timur 214 mahasiswa, Lampung Utara 138 mahasiswa, Metro 89 mahasiswa, Lampung Barat 161 mahasiswa, Pringsewu 112 mahasiswa, Pesawaran 91 mahasiswa, Tulang Bawang 85 mahasiswa, dan Tanggamus 129 mahasiswa.


Data tersebut menunjukkan penerimaan ITERA tidak hanya terkonsentrasi di wilayah sekitar kampus, tetapi juga menjangkau berbagai kabupaten/kota di Lampung dan daerah lain di Indonesia.


Sementara itu, sejumlah program studi tercatat memiliki tingkat persaingan penerimaan yang tinggi. Farmasi menjadi program studi dengan tingkat persaingan tertinggi, yakni 1:14, disusul Teknik Pertambangan 1:12 dan Rekayasa Kosmetik 1:10.


Rasio tersebut merupakan perbandingan antara total peminat dengan jumlah peserta yang diterima.


Tiga Mahasiswa dengan Capaian Khusus


Dalam sidang terbuka tersebut, ITERA juga menyoroti sejumlah mahasiswa baru dengan capaian khusus.


Nilai UTBK SNBT tertinggi diraih mahasiswa Program Studi Teknik Informatika dengan Nomor Induk Mahasiswa 126140036, yang memperoleh nilai 733,68.


Mahasiswa baru termuda berasal dari Program Studi Rekayasa Minyak dan Gas dengan Nomor Induk Mahasiswa 126480003. Mahasiswa tersebut lahir pada 16 Januari 2010 dan tercatat berusia 16 tahun, 6 bulan, 25 hari saat penerimaan.


Sementara itu, mahasiswa dengan daerah asal terjauh berasal dari Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua Selatan, dan diterima di Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota dengan Nomor Induk Mahasiswa 126220001.


Capaian tersebut menjadi gambaran semakin beragamnya latar belakang mahasiswa yang bergabung dengan ITERA. Dengan jumlah penerimaan mencapai 5.832 mahasiswa dan mahasiswa yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia, ITERA terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang menjadi pilihan lulusan SMA dari berbagai daerah.(ria wahyuni)