Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Dinas Kesehatan (Dinkes) mencatat ratusan kasus HIV di Kota Bandar Lampung sepanjang 2025. Berdasarkan data terbaru hingga Oktober 2025, ditemukan 465 kasus baru HIV dari 33.895 orang yang telah menjalani pemeriksaan.
Kepala Dinas Kesehatan Bandar Lampung, Muhtadi Temenggung, menyampaikan data tersebut beberapa waktu yang lalu.
Sebelumnya, Dinkes mencatat 333 warga positif HIV berdasarkan data awal tahun 2025. Angka tersebut kemudian diperbarui menjadi 465 kasus setelah pemeriksaan dan skrining diperluas hingga Oktober 2025.
Dari 465 kasus baru tersebut, sebanyak 360 kasus berasal dari populasi berisiko (SPM), sedangkan 105 kasus lainnya berasal dari kelompok non-SPM.
Berdasarkan rincian populasi, kasus paling banyak ditemukan pada kelompok lelaki seks dengan lelaki (LSL), yakni 242 kasus.
Artinya, angka 333 kasus yang diumumkan pada 2026 merupakan data awal untuk kasus HIV sepanjang 2025. Jumlah tersebut kemudian meningkat menjadi 465 kasus berdasarkan hasil pemeriksaan hingga Oktober 2025.
Bukan Ledakan Kasus, Skrining Makin Diperluas
Dinkes menilai peningkatan angka tersebut tidak serta-merta menunjukkan adanya ledakan kasus HIV baru. Salah satu faktor utamanya adalah semakin gencarnya upaya tracing, pemeriksaan, dan skrining terhadap masyarakat.
Hingga Oktober 2025, Dinkes telah memeriksa 33.895 orang, atau sekitar 98 persen dari target pemeriksaan.
Dengan semakin luasnya pemeriksaan, semakin banyak pula kasus yang dapat ditemukan dan tercatat.
“Semakin banyak dicari, semakin banyak yang ditemukan,” menjadi gambaran dari peningkatan angka kasus tersebut.
565 Kasus pada 2024, Tertinggi dalam 10 Tahun
Jika melihat tren sebelumnya, kasus HIV di Bandar Lampung pada 2024 mencapai 565 kasus. Angka tersebut menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu 10 tahun terakhir.
Sepanjang periode 2015–2024, total kasus HIV yang tercatat di Bandar Lampung mencapai 3.835 kasus.
Sementara itu, tren kasus HIV di tingkat Provinsi Lampung juga menunjukkan peningkatan. Tercatat 518 kasus pada 2021, kemudian meningkat menjadi 927 kasus pada 2023, dan mencapai 1.259 kasus pada 2024.
Data tersebut menunjukkan bahwa peningkatan penemuan kasus HIV tidak hanya terjadi di Bandar Lampung, tetapi juga terlihat pada tingkat provinsi.
Dengan demikian, perkembangan data di Bandar Lampung dapat dirangkum: 565 kasus pada 2024, kemudian 333 kasus sebagai data awal 2025, dan diperbarui menjadi 465 kasus berdasarkan pemeriksaan hingga Oktober 2025.
Peningkatan dari 333 menjadi 465 kasus lebih tepat dipahami sebagai hasil pemutakhiran data seiring semakin masifnya skrining dan penelusuran kasus, bukan semata-mata sebagai lonjakan penularan dalam waktu singkat.(salsabila)