lisensi

Jumat, 21 Agustus 2026, Agustus 21, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-22T03:33:21Z
Disperindag Provinsi Lampung

Gerakan Serentak Penetrasi Pasar Jangkau 92 Titik, Pemprov Lampung Perkuat Stabilitas Harga dan Pengendalian Inflasi

Advertisement



Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung bersama Dinas Perdagangan Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung terus menggencarkan Gerakan Serentak Penetrasi Pasar (Pasar Murah) sebagai langkah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat.


Hingga 21 Agustus 2026, pelaksanaan Pasar Murah telah menjangkau 92 titik yang tersebar di berbagai kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga keterjangkauan harga bahan pokok, memperkuat daya beli masyarakat, sekaligus mendukung pengendalian inflasi daerah.


Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Mohammad Zimmi Skil, S.E., M.M., mengatakan Gerakan Serentak Penetrasi Pasar merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.


“Gerakan Serentak Penetrasi Pasar ini terus kami laksanakan di berbagai wilayah Provinsi Lampung. Hingga 21 Agustus 2026, sudah ada 92 titik yang telah dijangkau. Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjaga stabilitas harga, memastikan pasokan kebutuhan pokok tetap tersedia, dan membantu menjaga daya beli masyarakat,” ujar Mohammad Zimmi Skil.


Ia menambahkan, pelaksanaan Pasar Murah dilakukan melalui sinergi lintas instansi, mulai dari Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten/Kota, Satgas Pangan, hingga dukungan sejumlah lembaga terkait.


“Keberhasilan kegiatan ini tentu tidak terlepas dari sinergi seluruh pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten/Kota, Satgas Pangan, Perum Bulog Kanwil Lampung, Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Lampung, dan BPS Provinsi Lampung. Kolaborasi ini penting agar pengendalian harga dan ketersediaan pangan dapat dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” katanya.


Dalam pelaksanaan Pasar Murah, masyarakat dapat memperoleh sejumlah komoditas kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Minyak goreng tersedia dengan harga Rp15.500 per liter, gula putih Rp17.500 per kilogram, beras SPHP Rp58.000 per 5 kilogram, serta tepung terigu Rp9.000 per kilogram.


Adapun sebaran 92 titik Pasar Murah 2026 meliputi Kabupaten Tanggamus sebanyak 6 titik, Mesuji 6 titik, Lampung Utara 4 titik, Lampung Barat 6 titik, Pringsewu 6 titik, Tulang Bawang Barat 6 titik, Pesisir Barat 6 titik, Lampung Tengah 6 titik, Lampung Selatan 6 titik, Way Kanan 8 titik, Lampung Timur 6 titik, Tulang Bawang 6 titik, Kota Metro 6 titik, dan Kota Bandar Lampung sebanyak 14 titik.


Mohammad Zimmi menegaskan, pemerintah akan terus memperkuat langkah-langkah stabilisasi harga dan pasokan pangan melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.


“Kami berharap masyarakat dapat memanfaatkan keberadaan Pasar Murah ini dengan sebaik-baiknya. Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen untuk terus menjaga keterjangkauan harga bahan pokok, memperkuat daya beli masyarakat, serta memastikan ketersediaan pangan yang aman, cukup, dan merata di seluruh wilayah Lampung,” tegasnya.


Melalui Gerakan Serentak Penetrasi Pasar, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pelayanan dan intervensi pasar yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mendukung terciptanya stabilitas ekonomi daerah.


Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan kegiatan Pasar Murah yang digelar di wilayah masing-masing sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Lampung Maju menuju Indonesia Emas.(salsabila)