Advertisement
Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal menegaskan bahwa keberhasilan hilirisasi ekonomi di Provinsi Lampung harus diiringi dengan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) lokal yang berkualitas.
Menurut Mirza, pemanfaatan potensi ekonomi Lampung tidak akan memberikan dampak maksimal bagi masyarakat daerah apabila tenaga yang mengelolanya justru lebih banyak berasal dari luar Lampung.
Hal itu disampaikan Gubernur Mirza saat memberikan kuliah umum dalam rangka Program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Program Doktor, Magister, Spesialis, Sarjana, dan Diploma Universitas Lampung (Unila) Tahun Akademik 2026/2027 di Gedung Serba Guna (GSG) Unila, Bandarlampung, Selasa (11/8/2026).
Mirza mengatakan, hilirisasi ekonomi membutuhkan SDM yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu mengelola potensi daerah menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
"Hilirisasi ekonomi di Lampung sangat membutuhkan SDM. SDM-nya dari mana? SDM-nya harus dari Lampung. Kalau SDM yang mengelola ini dari luar Lampung, maka uangnya akan dibawa lagi oleh mereka. Tapi SDM yang dipakai ini adalah orang dari Lampung, maka uangnya akan balik ke sini. Nah, bagaimana mengelola ini? Inilah yang diajarkan di Universitas Lampung," terang Mirza.
Karena itu, Mirza mendorong mahasiswa Unila untuk tidak berhenti pada pencapaian gelar akademik. Mahasiswa harus mampu melihat kekayaan hayati dan sumber daya yang dimiliki Lampung sebagai peluang untuk menciptakan produk bernilai tambah.
Ia mencontohkan, potensi komoditas daerah semestinya tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi diolah menjadi produk jadi yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi, mendukung perkembangan UMKM, hingga mampu menembus pasar ekspor.
"Mahasiswa Unila harus berpikir bagaimana mengelola kekayaan hayati yang kita punya untuk dijadikan produk jadi, untuk kontribusi UMKM, untuk diekspor, dan untuk keperluan lainnya," ujar Mirza.
Ia menekankan, setiap mahasiswa perlu memiliki orientasi untuk memberikan manfaat bagi pembangunan Lampung. Pendidikan tinggi, kata dia, harus menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi yang mampu menjawab persoalan daerah.
"Intinya, seluruh mahasiswa di Unila harus punya keinginan bagaimana menjadikan dirinya punya manfaat untuk Provinsi Lampung ke depan," katanya.
Dorong Mahasiswa Berdampak di Desa
Mirza juga menyinggung peran mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Menurutnya, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat harus memberikan dampak nyata, terutama dalam mendorong peningkatan ekonomi desa.
Ia menilai program KKN yang menempatkan mahasiswa di berbagai desa dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu sekaligus membantu masyarakat mengembangkan potensi ekonomi lokal.
Dalam konteks tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menggandeng Unila untuk mendukung program Desaku Maju.
"Dalam hal ini Pemprov Lampung juga bekerja sama dengan Unila National Cassava Center (NCC). Kita juga butuh SDM dari Unila untuk meningkatkan SDM di lokus program Desaku Maju," ujar Mirza.
Menurutnya, penguatan SDM lokal menjadi bagian penting dari upaya pemerintah membangun desa secara berkelanjutan.
Mirza berharap dalam satu dekade mendatang desa-desa di Lampung dapat tumbuh, berkembang, dan menjadi desa yang maju secara ekonomi.
9.836 Mahasiswa Baru Didorong Jadi Penggerak Ekonomi
Pesan tersebut disampaikan Mirza di tengah tingginya minat masyarakat untuk menempuh pendidikan di Unila.
Rektor Unila Prof. Dr. Rusmelia Apriyani menyampaikan bahwa pada Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) Tahun Akademik 2026/2027, Unila menjaring 76.655 pendaftar. Namun, hanya 9.836 orang yang diterima.
Khusus melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, sebanyak 26.957 peserta mengikuti seleksi dan 2.866 orang dinyatakan diterima. Tingkat keketatan seleksi mencapai sekitar 1 banding 10.
Sebanyak 2.866 mahasiswa yang diterima melalui jalur tersebut tersebar di delapan fakultas dan 108 program studi. Dari jumlah itu, sebanyak 1.319 mahasiswa atau hampir 45 persen masuk dalam skema KIP Kuliah.
Rektor mengatakan tingginya jumlah pendaftar menunjukkan bahwa minat calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di Unila terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
Untuk penerima KIP Kuliah, penetapannya mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi salah satu rujukan pemerintah pusat. Prioritas diberikan kepada siswa yang sebelumnya telah menerima bantuan pendidikan sejak jenjang SMP maupun SMA.
Di hadapan ribuan mahasiswa baru tersebut, Mirza mengingatkan bahwa tantangan terbesar justru muncul setelah mereka menyelesaikan pendidikan.
Ia menyebut, setiap tahun terdapat sekitar 30.000 lulusan di Lampung, sementara jumlah lowongan pekerjaan untuk lulusan S1 di Provinsi Lampung tidak pernah lebih dari 5.000.
"Kalian bukan belajar untuk hanya jadi sarjana. Setiap tahun di Lampung ada 30.000 lulusan. Lowongan pekerjaan setiap tahun untuk S1 di Provinsi Lampung tidak pernah lebih dari 5.000," kata Mirza.
Dengan kondisi tersebut, lulusan perguruan tinggi akan menghadapi persaingan yang semakin ketat dalam mendapatkan pekerjaan. Karena itu, Mirza meminta mahasiswa mengubah cara pandang dari sekadar mencari pekerjaan menjadi menciptakan lapangan pekerjaan.
"Ketika lulus, satu orang akan bersaing dengan lima orang. Ketika lulus, akan ada lima orang memperebutkan satu pekerjaan. Bahkan nanti ke depan, mungkin enam, mungkin tujuh orang memperebutkan satu pekerjaan," ujarnya.
Mirza menegaskan, keberadaan 9.836 mahasiswa baru Unila tidak hanya harus dipandang sebagai tambahan jumlah lulusan perguruan tinggi, tetapi sebagai potensi lahirnya calon ilmuwan, profesional, pengusaha, inovator, dan penggerak pembangunan Lampung.
"Jadi, mari kita jadikan, sekali lagi, ada 9.836 calon ilmuwan yang belajar bukan hanya untuk jadi sarjana, namun menciptakan lapangan kerja," pungkasnya.(ria wahyuni)