lisensi

Senin, 03 Agustus 2026, Agustus 03, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-03T09:40:18Z
Pendidikan

PJJ SMA Gelombang Pertama Saring 29 Peserta, Disdikbud Lampung Kembali Buka Pendaftaran Agustus 2026

Advertisement




Bandar Lampung, Lampung( Pikiran Lampung) – Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) jenjang SMA yang diinisiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung resmi menjaring 29 peserta pada pendaftaran gelombang pertama yang berlangsung 6–31 Juli 2026. Seluruh peserta yang lolos verifikasi siap mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).



Dari total 35 pendaftar, sebanyak 29 calon siswa dinyatakan memenuhi kriteria administrasi dan persyaratan teknis yang ditetapkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung


Kepala Disdikbud Lampung, Thomas Amirico, menyampaikan bahwa peserta yang telah lolos verifikasi akan segera memulai tahapan awal pendidikan yang dimulai dengan MPLS secara daring (online).


"Alhamdulillah dari 35 pendaftar pada gelombang pertama, sebanyak 29 orang memenuhi syarat setelah kami verifikasi. Mereka akan segera mengikuti MPLS sebelum masuk ke proses pembelajaran penuh," kata Thomas Amirico, Senin (3/8/2026).


Ia menjelaskan, pendaftaran gelombang pertama telah ditutup pada 31 Juli 2026. Meski jumlah peserta belum besar, Disdikbud tetap bersyukur karena program PJJ mulai diminati masyarakat yang sebelumnya putus sekolah.


Untuk memperluas jangkauan program, Disdikbud juga memastikan akan membuka pendaftaran gelombang kedua pada Agustus 2026. Jadwal pembukaan masih dalam tahap koordinasi dan akan diumumkan dalam waktu dekat.


"Kami berharap masyarakat yang ingin melanjutkan pendidikan melalui program PJJ dapat memanfaatkan kesempatan pada gelombang kedua nanti," katanya. Thomas menjelaskan, seluruh peserta yang lolos berasal dari empat sekolah penyelenggara PJJ. 


Program tersebut menginduk pada SMA Negeri 2 Bandar Lampung sebagai sekolah induk, sementara tiga sekolah lainnya menjadi sekolah mitra. 


Adapun sebaran 29 peserta tersebut yakni SMAN 1 Gunung Sugih sebanyak 13 siswa dari Lampung Selatan dan Lampung Tengah, SMAN 2 Bandar Lampung delapan siswa dari Lampung Utara, Pesawaran, Pringsewu, dan Kota Bandar Lampung, SMAN 1 Rawajitu Selatan lima siswa dari Tulang Bawang, Tulang Bawang Barat, Ogan Komering Ilir, dan OKU Selatan, serta SMAN 1 Pagar Dewa tiga siswa asal Lampung Barat.


 Thomas mengungkapkan, proses verifikasi dilakukan dengan memeriksa persyaratan administrasi, termasuk ketentuan bahwa calon peserta harus memiliki jeda minimal satu tahun setelah lulus sekolah.


 "Peserta tidak boleh baru lulus langsung mendaftar. Harus ada jeda minimal satu tahun, sehingga rata-rata usia peserta sekitar 18 sampai 19 tahun. Kemungkinan yang tidak lolos karena baru lulus," jelasnya.(Salsabila)