Advertisement
LAMPUNG UTARA (Pikiran Lampung) — Polisi tengah menyelidiki temuan benda yang diduga menyerupai peluru senapan angin di dalam potongan daging sapi yang disajikan sebagai menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 3 Sindang Sari, Kabupaten Lampung Utara.
Kasat Reskrim Polres Lampung Utara AKP Ivan Roland Cristofel mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak untuk memastikan bagaimana benda tersebut dapat berada di dalam makanan yang disajikan kepada para siswa.
“Penyelidikan masih dilakukan untuk mengetahui asal-usul benda tersebut,” ujar Ivan.
Polisi telah mendatangi pihak sekolah serta dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindang Sari. Pemeriksaan dilakukan untuk menelusuri seluruh proses, mulai dari pengadaan, penerimaan, hingga pengolahan daging sapi yang digunakan dalam menu MBG.
Diketahui, daging sapi tersebut dipasok oleh supplier yang berada di Desa Bumi Nabung, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah, dengan jumlah sekitar 95,85 kilogram.
Daging tersebut tiba di dapur SPPG dalam kondisi telah dipotong sesuai porsi. Selanjutnya, daging dicuci hingga tiga kali sebelum melalui proses pengungkepan dan dimasak untuk kemudian disajikan kepada penerima manfaat.
Untuk mengungkap asal benda yang ditemukan, polisi akan meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait, di antaranya pihak sekolah, pengelola SPPG, ahli gizi, hingga supplier daging.
Pemeriksaan juga akan dikoordinasikan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Utara untuk memastikan lebih lanjut jenis dan karakteristik benda yang ditemukan tersebut.
Polisi menegaskan belum menyimpulkan dari mana benda yang menyerupai peluru itu berasal. Seluruh tahapan penyelidikan masih berlangsung dan polisi masih mendalami setiap kemungkinan berdasarkan keterangan serta hasil pemeriksaan di lapangan.
Sementara itu, operasional SPPG Sindang Sari telah dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) sejak 26 Agustus 2026.
Sebelum dihentikan sementara, SPPG tersebut melayani sekitar 1.970 penerima manfaat yang tersebar di 13 sekolah dan 11 posyandu.
Polisi memastikan proses penyelidikan akan terus dilakukan untuk mengetahui secara jelas asal-usul benda tersebut serta memastikan keamanan makanan yang diberikan kepada para penerima manfaat program MBG.(Bams)
