lisensi

Minggu, 02 Agustus 2026, Agustus 02, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-03T06:00:25Z
EkonomiPeluncuran Roket Lampung 1Pemprov Lampung

Satelit Lampung 1 Segera Dilincurkan di Shandong China, Terobosan Gubernur Mirza Untuk Kelautan dan Industri

Advertisement

 


Bandar Lampung (Pikiran Lampung) — Program Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Wagub Jihan yang didukung penuh oleh Sekdaprov Marindo Kurniawan dalam bidang pngembangan kelautan dan Industri mulai membuahkan hasil. 


Terobosan program Gubernur Mirza dalam pengebangan kelautan dan Lingkungan sert industri diperkuat dengan kerjasama bersama negara China. Yakni dengan peluncuran Satelit Lampung1. 


Perusahaan teknologi antariksa Star vision mengumumkan kesiapan peluncuran misi Satelit Kembar Hiperspektral OSE yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Agustus 2026 dari laut di lepas pantai Shandong, China.




Informasi mengenai kesiapan peluncuran Satelit Kembar Hiperspektral OSE, termasuk satelit Lampung-1, diperoleh dari unggahan akun Instagram resmi @star.vision_aerospace milik Star vision  yang dipublikasikan menjelang pelaksanaan misi.


Dalam unggahan tersebut, STAR.VISION menyampaikan bahwa roket pembawa Satelit Kembar Hiperspektral OSE telah diangkut ke kapal peluncur dan sedang menuju lokasi peluncuran di laut lepas pantai Shandong, China. Peluncuran dijadwalkan berlangsung pada 5 Agustus 2026.


Menurut informasi yang disampaikan melalui akun Instagram resmi tersebut, misi ini menjadi bagian dari penguatan kerja sama antariksa internasional dengan membawa dua satelit utama, yakni Lampung-1 dan Samarkand 2028.




Perusahaan  itu juga mengajak publik untuk mengikuti perkembangan terbaru menjelang peluncuran (liftoff) misi satelit tersebut. Dalam unggahan tersebut, STAR.VISION turut menandai Pemerintah Provinsi Lampung, BRIN Indonesia, dan Uzcosmos Uzbekistan sebagai bagian dari kolaborasi atau pihak terkait dalam misi tersebut.


STAR.VISION menjelaskan bahwa Lampung-1 dikembangkan melalui kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung, Indonesia. Satelit tersebut dirancang untuk mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi kelautan, penguatan tata kelola lingkungan, serta kolaborasi industri di wilayah Lampung.


Sementara itu, Samarkand 2028 dikembangkan bersama Uzbekistan untuk mendukung pemantauan ekologi regional dan inovasi teknologi.


Dalam unggahan yang sama, STAR.VISION juga menyebut kedua satelit dibekali teknologi pencitraan hiperspektral multi-band yang dipadukan dengan komputasi kecerdasan buatan (AI) di dalam satelit. Teknologi tersebut memungkinkan pemrosesan data dilakukan langsung di orbit sehingga menghasilkan informasi yang lebih cepat, lebih cerdas, dan lebih mudah diakses oleh berbagai pengguna.

 (Ria Wahyuni)