lisensi

Sabtu, 15 Agustus 2026, Agustus 15, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-16T06:24:05Z
Gempa NTTSekdaprov Lampung Marindo Kurniawan

Sekdaprov Marindo Sampaikan Duka Mendalam atas Musibah Gempa Flores NTT

Advertisement



Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung, Marindo Kurniawan, atas nama Pemerintah Provinsi Lampung dan keluarga, menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam atas musibah gempa bumi yang melanda wilayah Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).


Musibah gempa bumi tersebut mengetuk hati seluruh masyarakat Indonesia. Marindo menyampaikan keprihatinan sekaligus mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menunjukkan kepedulian dan solidaritas kemanusiaan kepada masyarakat NTT yang saat ini tengah menghadapi dampak bencana.


“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung dan keluarga, saya menyampaikan turut berduka cita yang sangat mendalam atas musibah gempa bumi yang terjadi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Semoga para korban yang meninggal dunia mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” ujar Marindo Kurniawan, Minggu (16/8/2026).


Ia juga mendoakan masyarakat yang terdampak bencana agar diberikan keselamatan, kekuatan, dan kemudahan dalam menghadapi masa pemulihan.


“Untuk saudara-saudara kita yang terdampak, semoga diberikan kekuatan, kesabaran, serta segera mendapatkan bantuan dan pemulihan. Dalam situasi seperti ini, solidaritas dan kepedulian sesama anak bangsa sangat dibutuhkan,” katanya.


Marindo menegaskan bahwa penanganan bencana merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah, lembaga kemanusiaan, dunia usaha, organisasi sosial, maupun masyarakat dapat mengambil peran untuk membantu memenuhi kebutuhan para korban, baik dalam bentuk bantuan logistik, pelayanan kesehatan, maupun dukungan bagi proses pemulihan.


Menurutnya, rasa solidaritas antardaerah menjadi bagian penting dalam menghadapi bencana, mengingat masyarakat yang terdampak membutuhkan dukungan dan perhatian dari seluruh masyarakat Indonesia.


“Kita adalah satu bangsa. Ketika saudara-saudara kita di NTT mengalami musibah, maka sudah sepatutnya kita ikut merasakan duka dan memberikan dukungan sesuai kemampuan kita. Ini adalah bentuk nyata solidaritas dan kemanusiaan,” ucapnya.


Marindo juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah dan seluruh unsur terkait dalam melakukan penanganan pascabencana, termasuk proses pencarian, evakuasi, penyelamatan, serta pelayanan terhadap masyarakat yang terdampak.


Ia berharap seluruh tim yang berada di lapangan dapat menjalankan tugas secara maksimal dan diberikan keselamatan dalam membantu para korban.


“Kita mengapresiasi seluruh pihak yang bergerak cepat dalam penanganan bencana ini. Semoga proses evakuasi dan penanganan korban dapat berjalan lancar, seluruh petugas diberikan keselamatan, dan masyarakat yang terdampak segera mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan,” ujarnya.


Berdasarkan pembaruan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Sabtu (15/8/2026) pukul 18.48 WIB, korban meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan 7,7 magnitudo di wilayah Nusa Tenggara Timur tercatat sebanyak 47 orang.


Rinciannya, korban meninggal dunia di Kabupaten Manggarai sebanyak 24 orang, Manggarai Timur 17 orang, Sikka 3 orang, Ngada 1 orang, dan Ende 1 orang.


Selain korban meninggal dunia, petugas masih melakukan evakuasi serta penanganan medis terhadap masyarakat yang mengalami luka-luka.


Marindo berharap seluruh masyarakat NTT diberikan kekuatan untuk melewati masa sulit tersebut dan proses pemulihan dapat segera dilakukan.


“Semoga masyarakat NTT diberikan kekuatan dan ketabahan. Kita berdoa agar seluruh korban yang masih dalam proses evakuasi dapat segera ditemukan dan mendapatkan pertolongan. Semoga NTT segera bangkit dan seluruh masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan penuh harapan,” pungkasnya.(

Keysa Salsabila Nugroho)