lisensi

Sabtu, 22 Agustus 2026, Agustus 22, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-23T02:11:30Z
DaerahPesisir Barat

Tiga Hari Dicari, Nelayan Way Haru Pesibar Ditemukan Meninggal Dunia di Perairan Muara Canguk

Advertisement



Pesisir Barat (Pikiran Lampung) – Harapan keluarga setelah tiga hari menanti kabar keberadaan Suroso (35), nelayan asal Pekon Way Haru, Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat, berakhir duka. Korban yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah mengalami kecelakaan laut akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (22/8/2026).


Korban ditemukan sekitar pukul 08.10 WIB oleh seorang nelayan bernama Tumono yang sedang melintas di Perairan Muara Canguk, wilayah perbatasan laut Sumberejo dan Way Haru. Tumono melihat benda menyerupai mayat mengapung di permukaan laut dan kemudian melakukan pengecekan.


Setelah diperiksa, jasad tersebut diduga kuat merupakan Suroso, yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah perahu yang ditumpanginya terbalik akibat dihantam gelombang tinggi.


Informasi penemuan korban kemudian disampaikan kepada warga Pekon Way Haru. Warga bersama para nelayan bergerak menuju lokasi menggunakan dua unit jukung untuk melakukan proses evakuasi.


Sekitar pukul 09.00 WIB, jenazah berhasil dibawa menuju Pelabuhan Way Haru dan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.


Suroso sebelumnya mengalami kecelakaan laut pada Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 05.30 WIB. Saat itu, korban bersama rekannya, Herwandi, hendak melaut menggunakan perahu atau jukung di wilayah Perairan Way Haru.


Ketika perahu memasuki jalur keluar-masuk pelabuhan, keduanya dihantam gelombang laut. Setelah berhasil melewati dua hempasan gelombang, perahu kembali dihantam gelombang berikutnya yang diperkirakan mencapai ketinggian tiga meter hingga akhirnya terbalik.


Herwandi yang merupakan nakhoda perahu kemudian berupaya berenang menuju perahu yang telah terbalik sambil mencari Suroso. Namun, rekannya tersebut tidak terlihat.


Herwandi kemudian terombang-ambing di tengah laut selama kurang lebih tiga jam sebelum akhirnya berhasil berenang menuju tepian pantai.


Sejak laporan kecelakaan diterima, pencarian terhadap Suroso dilakukan oleh personel gabungan bersama masyarakat. Upaya pencarian terus dilakukan hingga korban akhirnya ditemukan pada Sabtu pagi.


Kapolres Pesisir Barat AKBP Rinto Havian Simbolon, S.E., S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Ngaras Iptu Doni Dermawan D, S.Psi., M.M., mengatakan pihak kepolisian bersama unsur terkait telah melakukan penanganan sejak kecelakaan terjadi hingga korban ditemukan.


“Personel Polsek Ngaras bersama tim gabungan telah melakukan pencarian, pengumpulan informasi dari para saksi, koordinasi dengan instansi terkait, serta pemantauan perkembangan situasi di lapangan hingga korban berhasil ditemukan,” ujar Kapolsek.


Dalam proses pencarian, personel Polsek Ngaras Polres Pesisir Barat, Pos AL Bangkunat, Ditpolairud Polda Lampung, Basarnas, serta masyarakat sekitar turut terlibat.


Berdasarkan keterangan sementara, kecelakaan tersebut diduga terjadi akibat terjangan gelombang tinggi yang menyebabkan perahu korban terbalik. Aspek keselamatan juga menjadi perhatian karena korban disebut tidak menggunakan perlengkapan keselamatan yang memadai saat melaut.


Pihak keluarga korban telah membuat surat pernyataan terkait musibah tersebut dan menyatakan tidak akan menuntut pihak mana pun. Keluarga juga menyatakan tidak bersedia dilakukan visum maupun autopsi terhadap korban.


Kapolsek Ngaras mengimbau para nelayan, khususnya yang beraktivitas di wilayah pesisir Kabupaten Pesisir Barat, agar selalu mengutamakan keselamatan sebelum dan selama melaut.


“Kami mengimbau para nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan ketinggian gelombang sebelum melaut. Apabila kondisi laut tidak memungkinkan, sebaiknya menunda aktivitas melaut. Selain itu, perlengkapan keselamatan seperti pelampung wajib menjadi perhatian utama,” tegasnya.


Polres Pesisir Barat bersama jajaran juga akan terus memantau kondisi wilayah pesisir serta mengedepankan langkah-langkah pencegahan untuk mengantisipasi kecelakaan laut, terutama ketika kondisi cuaca dan gelombang kurang bersahabat.(*)