lisensi

Senin, 03 Agustus 2026, Agustus 03, 2026 WIB
Last Updated 2026-08-04T04:52:15Z
Daerah

Tinjau Keluarga Penerima Bantuan, Ketua TP PKK Lamsel Zita Anjani Dorong Penanganan Stunting Lebih Maksimal

Advertisement

 



Lampung Selatan (Pikiran Lampung) – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Lampung Selatan, Hj. Zita Anjani, yang juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata, melakukan kunjungan langsung ke sejumlah keluarga penerima bantuan sosial bagi anak berisiko stunting di Kecamatan Sidomulyo, Senin (3/8/2026).


Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pendampingan terhadap anak-anak yang berisiko mengalami stunting. Selain menyerahkan bantuan, Zita memastikan kondisi kesehatan, asupan gizi, serta lingkungan tempat tinggal keluarga penerima manfaat mendapat perhatian dan pemantauan secara berkelanjutan.


Dalam kegiatan itu, Zita didampingi Wakil Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan Rheny Apriyani, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lampung Selatan Ratna Yanuana Supriyanto, sejumlah kepala perangkat daerah, jajaran terkait, serta unsur Forkopimcam Kecamatan Sidomulyo.


Salah satu keluarga yang dikunjungi berada di Dusun Way Kalang, Desa Sidomulyo. Di lokasi tersebut, Zita berdialog langsung dengan orang tua dan anak untuk mengetahui kondisi kesehatan, pola asuh, hingga kebutuhan yang masih diperlukan agar proses tumbuh kembang anak dapat berjalan optimal.


Menurut Zita, penanganan stunting tidak dapat hanya mengandalkan program pemerintah maupun bantuan sosial semata. Dibutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat agar setiap anak memperoleh kesempatan tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.


"Tidak ada kata terlambat untuk membantu. Jangan hanya berfokus pada anggaran pemerintah. Selama kita masih bisa bergotong royong dan saling membantu, mari lakukan demi masa depan anak-anak kita," ujar Zita.


Ia menegaskan, upaya pencegahan stunting harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari deteksi dini, pemenuhan gizi, pemantauan kesehatan, hingga pendampingan tumbuh kembang anak. Karena itu, TP PKK terus berkolaborasi dengan organisasi perangkat daerah, kader kesehatan, kader PKK, serta pemerintah desa agar setiap anak dapat dipantau secara berkala.


"Penanganan stunting membutuhkan kerja sama semua pihak. Pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader PKK, hingga masyarakat harus bergerak bersama agar angka stunting terus menurun," katanya.


Zita menyebutkan, keberhasilan Lampung Selatan menjadi kabupaten dengan angka stunting terendah di Provinsi Lampung merupakan hasil kerja keras seluruh pihak. Namun demikian, ia mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat semua pihak berpuas diri.


"Pesan Mas Bupati sangat jelas, seluruh anak di Lampung Selatan adalah tanggung jawab kita bersama. Tidak boleh ada anak yang terlantar, kekurangan gizi, maupun putus sekolah. Dengan kebersamaan dan kepedulian semua pihak, kami optimistis angka stunting di Lampung Selatan akan terus menurun," ungkapnya.


Ia juga mengimbau para orang tua untuk memperhatikan pemenuhan gizi anak, terutama pada usia di bawah lima tahun. Menurutnya, kebutuhan protein seperti susu dan telur harus dipenuhi secara rutin karena masa balita merupakan periode yang sangat menentukan pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.


Apabila keluarga mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan tersebut, Zita meminta agar segera berkoordinasi dengan kader Posyandu, kader PKK desa maupun kecamatan, atau menyampaikan informasi melalui kanal media sosial resmi agar dapat segera ditindaklanjuti.


Selain itu, Zita mengingatkan pentingnya membawa balita ke Posyandu setiap bulan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala, mulai dari pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar kepala, hingga pemantauan perkembangan motorik dan kemampuan berbicara.


"Fokus kita adalah anak-anak usia di bawah lima tahun karena masa itu sangat menentukan tumbuh kembang mereka. Monitoring rutin, pemenuhan gizi, serta pemeriksaan kesehatan menjadi langkah penting untuk mencegah stunting," tegasnya.


Di sela-sela kegiatan, Zita juga menyempatkan diri berinteraksi dengan anak-anak penerima bantuan. Ia memberikan motivasi sekaligus berjanji akan memberikan hadiah mainan agar mereka tetap ceria selama menjalani masa pertumbuhan.


Tak hanya itu, Zita turut meninjau salah satu rumah keluarga penerima bantuan yang dinilai sudah tidak layak huni. Ia meminta Camat Sidomulyo bersama perangkat terkait segera melakukan verifikasi agar rumah tersebut dapat diusulkan dalam program bedah rumah.


Perhatian juga diberikan terhadap akses pendidikan. Zita meminta pemerintah kecamatan segera mendampingi seorang anak yang diketahui belum bersekolah agar dapat kembali memperoleh haknya mengenyam pendidikan.


Kunjungan tersebut berlangsung penuh kehangatan. Sejumlah orang tua penerima bantuan tampak haru dan menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan. Melalui pendampingan secara langsung, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama TP PKK berharap percepatan penurunan angka stunting dapat berjalan lebih efektif sehingga mampu mencetak generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas menuju Indonesia Emas.(*)