Advertisement
Way Kanan (Pikiran Lampung)– Musim kemarau yang melanda Kabupaten Way Kanan selama sekitar dua bulan terakhir menghadirkan fenomena alam yang menarik perhatian masyarakat. Surutnya debit air Sungai Way Kanan memunculkan hamparan pasir putih yang luas di Dusun IV, Kampung Kartajaya, Kecamatan Negara Batin. Pemandangan tersebut menyerupai pantai alami dan menjadi destinasi rekreasi dadakan bagi warga sekitar.
Setiap sore, kawasan itu dipadati masyarakat yang datang untuk menikmati suasana. Anak-anak bermain dan mandi di sungai, sementara orang dewasa memilih bersantai di atas hamparan pasir sambil menikmati udara yang sejuk dan pemandangan alam.
Salah seorang warga, Hery Efendi, mengatakan kemunculan "pantai" musiman tersebut sudah menjadi fenomena yang dinantikan setiap musim kemarau.
"Lokasinya dekat dengan permukiman warga dan aliran sungainya cukup tenang, sehingga banyak keluarga datang untuk menghabiskan waktu bersama," ujarnya.
Hal senada disampaikan Tama, salah satu pengunjung yang mengaku sengaja datang bersama teman-temannya untuk menikmati keindahan hamparan pasir putih yang hanya muncul saat debit sungai menurun.
Menurutnya, suasana di lokasi tersebut cukup nyaman dan berbeda dari biasanya. Hamparan pasir yang membentang luas memberikan kesan layaknya berada di kawasan pantai.
"Tempatnya bagus, pasirnya putih seperti pantai. Kalau sore hari banyak warga datang untuk bermain air, bersantai, atau sekadar menikmati pemandangan. Suasananya juga sangat sejuk," katanya.
Tama menilai lokasi tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata alam karena mudah dijangkau dan dapat dinikmati masyarakat tanpa dipungut biaya. Meski demikian, ia berharap para pengunjung tetap menjaga kebersihan agar keindahan kawasan tersebut tetap terpelihara.
Sementara itu, Camat Negara Batin, Edi Saputra, menjelaskan bahwa fenomena munculnya hamparan pasir di Sungai Way Kanan hampir selalu terjadi ketika wilayah tersebut mengalami musim kemarau yang cukup panjang.
Menurutnya, surutnya debit air membuat dasar sungai yang dipenuhi pasir terlihat lebih luas sehingga membentuk pemandangan menyerupai pantai.
"Setiap musim kemarau panjang, air sungai menyusut sehingga hamparan pasir muncul ke permukaan. Kondisi ini dimanfaatkan masyarakat untuk mandi di sungai, bermain air, maupun bersantai bersama keluarga," jelasnya.
Ia menambahkan, lokasi tersebut menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat mengingat Kecamatan Negara Batin hingga kini belum memiliki objek wisata yang dikelola secara khusus.
"Karena belum ada tempat wisata, masyarakat memanfaatkan lokasi ini sebagai tempat rekreasi. Wisatanya gratis dan terbuka untuk siapa saja," ujarnya.
Edi menyebutkan, hamparan pasir musiman itu dapat diakses oleh warga dari beberapa kampung di Kecamatan Negara Batin, di antaranya Kampung Kartajaya, Kampung Negara Batin, dan Kampung Sri Menanti.
Meski menjadi tujuan wisata dadakan saat musim kemarau, pihak kecamatan tetap mengingatkan masyarakat agar mengutamakan keselamatan, khususnya bagi anak-anak yang bermain maupun mandi di sungai.
"Aparat kampung bersama pihak kecamatan rutin melakukan pemantauan. Selain mengingatkan agar tetap menjaga kebersihan, kami juga mengimbau orang tua untuk mengawasi anak-anak, terutama yang belum mahir berenang," tuturnya.
Pemerintah kecamatan juga mengajak seluruh pengunjung untuk tidak membuang sampah sembarangan agar keindahan hamparan pasir putih di Sungai Way Kanan tetap terjaga dan dapat terus dinikmati masyarakat selama musim kemarau berlangsung.(*)

