lisensi

Minggu, 06 September 2026, September 06, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-07T01:07:43Z
07/09/2026NasionalPeristiwa

Abu Krakatau Lumpuhkan Jalur Udara, Ada 1.039 Penerbangan dan 166.351 Penumpang Terdampak

Advertisement


JAKARTA (PIKIRAN LAMPUNG)
- Erupsi Gunung Anak Krakatau tak hanya memancarkan api dan asap, tetapi menyebarkan abu vulkanik yang mengancam keselamatan penerbangan di sejumlah wilayah. Sebaran abu mematikan itu memaksa penutupan sementara ruang udara di delapan bandar udara sekaligus, menyebabkan ratusan penerbangan dibatalkan, tertunda, hingga dialihkan, puluhan ribu penumpang pun terjebak di terminal.

 

PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports selaku pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencatat, hingga Ahad (7/9/2026) pukul 21.30 WIB, sebanyak 1.039 penerbangan terdampak. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari pembatalan, keterlambatan, hingga pengalihan pendaratan ke bandara lain.

 

Rinciannya: 746 penerbangan domestik, 272 internasional, dan 21 penerbangan kargo, yang secara keseluruhan membawa 166.351 penumpang. Angka ini menunjukkan betapa besarnya dampak yang ditimbulkan erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap aktivitas penerbangan nasional maupun internasional.

 

Kondisi ini bukan hanya terjadi di Bandara Soekarno-Hatta. AirNav Indonesia memperbarui informasi aeronautika terkait perpanjangan waktu penutupan sementara terhadap ruang udara di delapan bandar udara sekaligus. Seluruh penutupan diperpanjang estimasinya hingga pukul 23.59 WIB pada hari yang sama.

 

Bandara yang terkena dampak dan menutup ruang udaranya meliputi: Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Halim Perdanakusuma, Husein Sastranegara, Pondok Cabe, Budiarto, Radin Inten II, Pagar Alam, dan Taufik Kiemas. Masing-masing penutupan berlaku sejak rentang waktu yang berbeda, mulai dari pukul 17.58 hingga 18.55 WIB.

 

"Penutupan pada bandar udara terdampak tersebut dilakukan dalam rangka mendukung keselamatan penerbangan," tegas Hermana Soegijantoro, EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia.

 

Saat ribuan penumpang mulai gelisah, manajemen Bandara Soekarno-Hatta segera bergerak cepat mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA). Langkah penanganan dilakukan untuk meringankan beban penumpang: makanan dan minuman ringan dibagikan, area istirahat tambahan disiapkan, termasuk memanfaatkan Employee Lounge agar penumpang memiliki ruang yang lebih nyaman. Posko koordinasi juga diperkuat di Terminal 1B untuk mempercepat penanganan operasional di lapangan.

 

Sebagai alternatif perjalanan, InJourney Airports menyiapkan 8 bus gratis dengan tujuan Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya masing-masing dua bus untuk setiap tujuan dengan keberangkatan pertama pada 6 September pukul 21.00 WIB. Penumpang yang ingin menggunakan layanan ini dapat mendaftar di posko yang disiapkan di Terminal 1, 2, maupun 3.

 

"Abu vulkanik mengancam mesin pesawat dan navigasi. Langit harus ditutup demi keselamatan dan nyawa banyak orang," ujar Yudistiawan, Assistant Deputy Communication & Legal Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

 

Hingga saat ini, status penutupan ruang udara terus dievaluasi sesuai perkembangan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (*)