lisensi

Selasa, 08 September 2026, September 08, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-09T05:38:26Z
Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei SianturiPendidikanUniversitas Malahayati

Bekali Wawasan Kebangsaan, Pangdam XXI/Radin Inten Dorong 1.196 Mahasiswa Baru Malahayati Jadi Generasi Unggul

Advertisement



Bandar Lampung (Pikiran Lampung) - Sebanyak 1.196 mahasiswa baru Universitas Malahayati mendapat pembekalan Wawasan Kebangsaan dari Pangdam XXI/Radin Inten, Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si.(Han), dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027, Selasa (8/9/2026).


Kegiatan yang berlangsung di Gedung Graha Bintang (GB) Universitas Malahayati itu merupakan rangkaian PKKMB hari kedua. Para mahasiswa baru dari lima fakultas dan 15 program studi mengikuti pembekalan dengan tema “Menjadi Mahasiswa Berprestasi, Unggul, Beretika dan Religius.”


Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor I Bidang Akademik Prof. Dr. Dessy Hermawan, S.Kep., Ns., M.Kes., Wakil Rektor II Drs. Nirwanto, M.Kes., Wakil Rektor III Dr. Eng. Rina Febrina, S.T., M.T., dan Wakil Rektor IV Drs. Suharman, M.Pd., M.Kes., serta Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi beserta jajaran.


Dalam pembekalannya, Pangdam XXI/Radin Inten menyampaikan sejumlah materi yang berkaitan dengan wawasan kebangsaan dan pembentukan karakter generasi muda.


Ada empat poin utama yang ditekankan, yakni pemahaman terhadap konsensus dasar berbangsa, perwujudan Profil Pelajar Pancasila, kesadaran mengenai hak dan kewajiban bela negara, serta pencegahan dan penanggulangan paham radikal.


Menurutnya, mahasiswa perlu memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta semangat Bhinneka Tunggal Ika.


Selain itu, mahasiswa didorong memiliki karakter yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, mampu menghargai keberagaman, bergotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif.


Dalam kesempatan tersebut, Kristomei juga mengingatkan pentingnya kesadaran bela negara serta kewaspadaan terhadap berbagai ancaman yang dapat mengganggu persatuan dan keutuhan bangsa, termasuk intoleransi, radikalisme, dan terorisme.


“Selamat datang dan selamat bergabung kepada 1.196 mahasiswa baru Universitas Malahayati. Kalian adalah calon pemimpin masa depan sekaligus benteng moral bangsa,” ujar Kristomei.


Ia menegaskan, menjadi mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan pencapaian akademik. Menurutnya, kehidupan perguruan tinggi juga menjadi momentum untuk membentuk karakter, memperluas wawasan, serta menumbuhkan rasa cinta terhadap tanah air.


“Menjadi mahasiswa bukan sekadar mengejar prestasi akademik, tetapi juga bagaimana kalian menanamkan rasa cinta tanah air, menjaga toleransi, serta membentengi diri dari ancaman paham radikalisme dan intoleransi,” katanya.


Kristomei juga mendorong mahasiswa agar mampu menjadi generasi yang bernalar kritis dan kreatif, namun tetap menjadikan nilai-nilai kebangsaan sebagai pijakan dalam menghadapi perkembangan zaman.


“Jadilah generasi yang bernalar kritis, kreatif, berakhlak mulia, dan senantiasa memegang teguh nilai-nilai Pancasila serta UUD 1945 demi keutuhan NKRI,” pesannya.


Ia mengatakan, perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat menuntut generasi muda memiliki kemampuan untuk memilah informasi, berpikir secara kritis, serta mengambil keputusan secara bijak.


Di sisi lain, persatuan, toleransi, etika, disiplin, cinta tanah air, dan kepedulian terhadap masyarakat harus tetap menjadi bagian dari karakter mahasiswa.


Pembekalan Wawasan Kebangsaan tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan mahasiswa baru agar tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, integritas, dan tanggung jawab sebagai bagian dari masyarakat dan bangsa.


Melalui rangkaian PKKMB, 1.196 mahasiswa baru Universitas Malahayati diharapkan mampu menjadikan masa perkuliahan sebagai momentum untuk mengembangkan potensi, meraih prestasi, membangun jejaring, sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang berintegritas dan bertanggung jawab bagi bangsa dan negara.(rahmadi)