Advertisement
Bandarlampung (Pikiran Lampung)-Dampak dari bencana alam erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai berimbas ke sejumlah mode transportasi, baik darat maupun udara.
Dimana, abu vulkanik dari erupsi GAK mengganggu aktivitas
penerbangan di Lampung. Abu vulkanik terdeteksi di sekitar Bandara Radin Inten
II dan menyebabkan sejumlah penerbangan terdampak pada Sabtu hingga Minggu
(6/9/2026) pagi ini.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo
mengatakan, gangguan penerbangan terjadi setelah hasil pengujian terhadap abu
vulkanik di kawasan bandara menunjukkan indikasi positif.
Berdasarkan koordinasi dengan Executive General Manager
Bandara Internasional Radin Inten II dan AirNav Indonesia, terdapat dua
penerbangan yang terdampak pada Sabtu sore.
Dua penerbangan tersebut masing-masing berasal dari
TransNusa dan Lion Air. Salah satu pesawat TransNusa yang terbang dari Jakarta
menuju Radin Inten II harus kembali ke Jakarta atau Return to Base (RTB),
sementara penerbangan lainnya dibatalkan. Penerbangan Lion Air juga tidak
melakukan pendaratan di Radin Inten II.
“Dua pesawat terdampak karena berdasarkan hasil paper test
menunjukkan positif, sehingga akan berpengaruh terhadap engine pesawat. Maka
diputuskan dua pesawat tersebut tidak melakukan landing di Radin Inten II,”
ujar Bambang, Sabtu malam.
Berdasarkan laporan operasional, pesawat TransNusa TNU
5205 rute Jakarta–Tanjungkarang melakukan RTB ke Jakarta dengan membawa 40
penumpang.
Sementara penerbangan TransNusa TNU 5206 rute
Tanjungkarang–Jakarta dibatalkan. Sebanyak 77 penumpang pada penerbangan
tersebut mendapatkan pilihan untuk melakukan penjadwalan ulang atau reschedule
maupun pengembalian tiket atau refund.
Adapun penerbangan Lion Air LNI 242 rute
Jakarta–Tanjungkarang juga dibatalkan dan tidak melakukan pendaratan di Bandara
Radin Inten II.
aGangguan penerbangan berpotensi berlanjut pada Minggu
(6/9/2026). Tiga penerbangan pada rentang pukul 07.00–08.00 WIB telah
dijadwalkan terdampak penutupan sementara operasional aerodrome.
Ketiga penerbangan tersebut yakni:
- GA 073 rute Tanjungkarang–Jakarta, pukul 07.10 WIB;
- QG 904 rute Jakarta–Tanjungkarang, pukul 07.20 WIB;
- QG 905 rute Tanjungkarang–Jakarta, pukul 07.50 WIB.
Bambang menjelaskan, penutupan sementara dilakukan sebagai
langkah antisipasi untuk memastikan keselamatan penerbangan sekaligus
memberikan kepastian kepada maskapai dan calon penumpang.
“Besok pagi pukul 05.00 akan dilakukan paper test lagi.
Kemudian pukul 07.00 sampai pukul 08.00 akan dievaluasi. Sekiranya hasil paper
test masih menunjukkan angka positif, maka NOTAM atau pembatalan penerbangan
akan ditetapkan kembali,” katanya.
Bandara Radin Inten II ditutup sementara pada Sabtu malam.
Selanjutnya, NOTAM (Notice to Airmen) akan diterbitkan terkait penutupan
aerodrome pada pukul 07.00–08.00 WIB, Minggu.
Pengujian atau paper test terhadap abu vulkanik
dijadwalkan dilakukan mulai pukul 05.00 hingga 07.00 WIB.
Apabila hasil pengujian pada pukul 07.00 menunjukkan
kondisi negatif, NOTAM pembukaan aerodrome akan diterbitkan sehingga
operasional penerbangan dapat kembali dimulai pukul 08.00 WIB.
Bambang menegaskan, keputusan penundaan maupun pembatalan
penerbangan dilakukan berdasarkan pertimbangan keselamatan, terutama untuk
mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap mesin pesawat.
“Mohon maaf ter-cancel pesawatnya karena alasan untuk
keamanan dan keselamatan penerbangan,” ujarnya.
Penumpang yang akan menggunakan layanan penerbangan dari
maupun menuju Bandara Radin Inten II diminta terus memantau informasi terbaru
dari maskapai dan otoritas bandara karena kondisi penerbangan dapat berubah
sesuai hasil pemantauan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.(*)