lisensi

Sabtu, 05 September 2026, September 05, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-06T02:01:17Z
Bandara Radin Inten II Lampung Ditutup Sementara dampak dari Abu VulkanikHukum

Dampak Abu Vulkanik, Bandara Internasional Radin Inten II Ditutup Sementara, Tiga Penerbangan Dibatalkan

Advertisement



 Bandarlampung (Pikiran Lampung)-Dampak dari bencana alam erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) mulai berimbas ke sejumlah mode transportasi, baik darat maupun udara.

 

Dimana, abu vulkanik dari erupsi GAK mengganggu aktivitas penerbangan di Lampung. Abu vulkanik terdeteksi di sekitar Bandara Radin Inten II dan menyebabkan sejumlah penerbangan terdampak pada Sabtu hingga Minggu (6/9/2026) pagi ini.

 

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo mengatakan, gangguan penerbangan terjadi setelah hasil pengujian terhadap abu vulkanik di kawasan bandara menunjukkan indikasi positif.

 

Berdasarkan koordinasi dengan Executive General Manager Bandara Internasional Radin Inten II dan AirNav Indonesia, terdapat dua penerbangan yang terdampak pada Sabtu sore.

 


Dua penerbangan tersebut masing-masing berasal dari TransNusa dan Lion Air. Salah satu pesawat TransNusa yang terbang dari Jakarta menuju Radin Inten II harus kembali ke Jakarta atau Return to Base (RTB), sementara penerbangan lainnya dibatalkan. Penerbangan Lion Air juga tidak melakukan pendaratan di Radin Inten II.

 

“Dua pesawat terdampak karena berdasarkan hasil paper test menunjukkan positif, sehingga akan berpengaruh terhadap engine pesawat. Maka diputuskan dua pesawat tersebut tidak melakukan landing di Radin Inten II,” ujar Bambang, Sabtu malam.

 

Berdasarkan laporan operasional, pesawat TransNusa TNU 5205 rute Jakarta–Tanjungkarang melakukan RTB ke Jakarta dengan membawa 40 penumpang.

 

Sementara penerbangan TransNusa TNU 5206 rute Tanjungkarang–Jakarta dibatalkan. Sebanyak 77 penumpang pada penerbangan tersebut mendapatkan pilihan untuk melakukan penjadwalan ulang atau reschedule maupun pengembalian tiket atau refund.

 

Adapun penerbangan Lion Air LNI 242 rute Jakarta–Tanjungkarang juga dibatalkan dan tidak melakukan pendaratan di Bandara Radin Inten II.

 

aGangguan penerbangan berpotensi berlanjut pada Minggu (6/9/2026). Tiga penerbangan pada rentang pukul 07.00–08.00 WIB telah dijadwalkan terdampak penutupan sementara operasional aerodrome.

 

Ketiga penerbangan tersebut yakni:

 

- GA 073 rute Tanjungkarang–Jakarta, pukul 07.10 WIB;

 

- QG 904 rute Jakarta–Tanjungkarang, pukul 07.20 WIB;

 

- QG 905 rute Tanjungkarang–Jakarta, pukul 07.50 WIB.

 

Bambang menjelaskan, penutupan sementara dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan keselamatan penerbangan sekaligus memberikan kepastian kepada maskapai dan calon penumpang.

 

“Besok pagi pukul 05.00 akan dilakukan paper test lagi. Kemudian pukul 07.00 sampai pukul 08.00 akan dievaluasi. Sekiranya hasil paper test masih menunjukkan angka positif, maka NOTAM atau pembatalan penerbangan akan ditetapkan kembali,” katanya.

 

Bandara Radin Inten II ditutup sementara pada Sabtu malam. Selanjutnya, NOTAM (Notice to Airmen) akan diterbitkan terkait penutupan aerodrome pada pukul 07.00–08.00 WIB, Minggu.

 

Pengujian atau paper test terhadap abu vulkanik dijadwalkan dilakukan mulai pukul 05.00 hingga 07.00 WIB.

 

Apabila hasil pengujian pada pukul 07.00 menunjukkan kondisi negatif, NOTAM pembukaan aerodrome akan diterbitkan sehingga operasional penerbangan dapat kembali dimulai pukul 08.00 WIB.

 

Bambang menegaskan, keputusan penundaan maupun pembatalan penerbangan dilakukan berdasarkan pertimbangan keselamatan, terutama untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik terhadap mesin pesawat.

 

“Mohon maaf ter-cancel pesawatnya karena alasan untuk keamanan dan keselamatan penerbangan,” ujarnya.

 

Penumpang yang akan menggunakan layanan penerbangan dari maupun menuju Bandara Radin Inten II diminta terus memantau informasi terbaru dari maskapai dan otoritas bandara karena kondisi penerbangan dapat berubah sesuai hasil pemantauan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.(*)