lisensi

Sabtu, 05 September 2026, September 05, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-05T22:47:47Z
DaerahErupsi Gunung Anak Krakatau

Erupsi Anak Krakatau, Warga Lampura Keluhkan Debu Masuk Mata Saat Berkendara

Advertisement



Lampura (Pikiran Lampung)- Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi di wilayah Selat Sunda menjadi perhatian masyarakat.

 

Sejumlah warga di Provinsi Lampung juga merasakan dampak berupa gangguan debu di lingkungan sekitar.


Di Desa Cahaya Negeri, Kecamatan Abung Barat, Kabupaten Lampung Utara, seorang warga bernama Adie mengaku mengalami gangguan pada matanya saat sedang mengendarai sepeda motor.


Menurut penuturan Adie, matanya kemasukan debu ketika berada di perjalanan sehingga membuat dirinya merasa tidak nyaman saat berkendara.


“Mata saya kemasukan debu saat mengendarai sepeda motor,” ujar Adie, Sabtu (5/9/2026). 


Peristiwa tersebut membuat warga diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya para pengendara sepeda motor yang beraktivitas di luar rumah.


Namun, perlu ditegaskan bahwa keluhan warga mengenai debu di Desa Cahaya Negeri masih merupakan keterangan dari narasumber dan perlu verifikasi lebih lanjut untuk memastikan apakah debu tersebut benar-benar merupakan material vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.


Berdasarkan laporan resmi Badan Geologi, Gunung Anak Krakatau memang mengalami erupsi menerus pada 5 September 2026 dan aktivitasnya masih berada pada Level III atau Siaga. Badan Geologi juga mencatat adanya aktivitas abu vulkanik serta mengimbau masyarakat untuk mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang. 


Masyarakat, terutama pengendara sepeda motor, disarankan menggunakan helm dengan pelindung wajah atau kacamata apabila terdapat debu yang mengganggu pandangan. Warga juga diimbau tidak mudah menyimpulkan sumber debu tanpa informasi resmi dari instansi terkait.


Pemerintah dan masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui informasi resmi Badan Geologi, PVMBG, dan BPBD. (Rima)